51

51 Official Website

ACSES Goes Abroad Dorong Mahasiswa UNAIR Manfaatkan Peluang Studi di Jepang

Pelaksanaan ACSES Goes Abroad bertema Expanding Horizons: Empowering Students Through Global Education, Cultural Exchange, and International Experiences pada Minggu (7/9/2025) (Foto: Penulis)
Pelaksanaan ACSES Goes Abroad bertema Expanding Horizons: Empowering Students Through Global Education, Cultural Exchange, and International Experiences pada Minggu (7/9/2025) (Foto: Penulis)

UNAIR NEWS – KSEI ACSES FEB 51 melalui program ACSES Goes Abroad (AGA) 2025 menggelar webinar nasional bertema Expanding Horizons: Empowering Students Through Global Education, Cultural Exchange, and International Experiences pada Minggu (7/9/2025). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan Armanda Dimas Saputra, mahasiswa magister di , sebagai narasumber. Fara Dini Nofasari, staf bidang science KSEI ACSES , bertugas sebagai moderator.

Pentingnya Pendidikan dan Pertukaran Global

Dalam pemaparannya, Armanda menekankan bahwa studi di luar negeri tidak sekadar menambah pengetahuan akademik. Lebih dari itu, pengalaman internasional membuka wawasan baru tentang kerja sama lintas budaya. Ia menilai keterlibatan mahasiswa Indonesia dalam forum global dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jejaring profesional.

Armanda juga mencontohkan bagaimana mahasiswa internasional di Jepang beradaptasi dengan sistem pendidikan yang ketat, etos kerja tinggi, serta budaya disiplin masyarakat setempat. Belajar di luar negeri membuat kita sadar bahwa globalisasi menuntut mahasiswa bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga mampu berinteraksi lintas budaya, jelasnya.

Penyampaian materi oleh Armanda Dimas Saputra, mahasiswa magister University of Tokyo, dalam webinar ACSES Goes Abroad pada Minggu (7/9/2025) (Foto: penulis)
Strategi Persiapan Studi di Jepang

Lebih lanjut, Armanda berbagi pengalaman tentang strategi belajar bahasa Jepang. Ia menyarankan mahasiswa untuk mulai dari dasar seperti hiragana dan katakana, kemudian menargetkan kosakata mingguan, serta memanfaatkan aplikasi seperti Anki dan Quizlet. Selain itu, integrasi bahasa dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi dengan masyarakat lokal dinilai efektif mempercepat pemahaman.

Ia juga menekankan pentingnya keaktifan mahasiswa dalam organisasi kampus, kegiatan sukarela, maupun komunitas lokal. Partisipasi tersebut tidak hanya melatih bahasa, tetapi juga memperkaya pengalaman pertukaran budaya (cultural exchange). Menurutnya, keterlibatan ini membantu mahasiswa membangun empati, toleransi, dan kemampuan beradaptasi.

Peluang Beasiswa dan Dukungan

Dalam sesi berikutnya, Armanda menjelaskan berbagai jalur beasiswa untuk studi di Jepang. Beasiswa , , maupun beasiswa privat seperti dan menjadi peluang yang dapat diakses mahasiswa Indonesia. Beasiswa tersebut umumnya mencakup biaya kuliah, tiket pesawat, serta tunjangan hidup bulanan.

Ia juga menyoroti peran dan yang aktif mendukung mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun non-akademik. Dukungan tersebut, kata Armanda, dapat menjadi penopang penting bagi mahasiswa baru dalam proses adaptasi.

Pesan untuk Mahasiswa Indonesia

Menutup sesi, Armanda mengajak mahasiswa UNAIR agar tidak ragu mencoba peluang internasional. Menurutnya, persiapan bahasa, mental, dan keberanian mengambil langkah menjadi kunci utama. Kesempatan belajar di luar negeri terbuka untuk siapa saja. Kuncinya adalah persiapan bahasa, mental, dan keberanian, pesannya.

Melalui kegiatan ini, AGA 2025 berhasil memperluas wawasan mahasiswa tentang pentingnya pendidikan global, pertukaran budaya, serta strategi menembus beasiswa internasional.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT