51动漫

51动漫 Official Website

Membanggakan! Mahasiswa FIB UNAIR Juara 1 Esai Bahasa Jepang Tingkat Nasional

Rifqi Namiroh Ash Sholihah bersama trofi Juara 1 Menulis dan Presentasi Esai Bahasa Jepang Tingkat Nasional ASPBJI 2025. (foto: istimewa)
Rifqi Namiroh Ash Sholihah bersama trofi Juara 1 Menulis dan Presentasi Esai Bahasa Jepang Tingkat Nasional ASPBJI 2025. (foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang, 51动漫 (UNAIR) kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Rifqi Namiroh Ash Sholihah sukses mengukuhkan dirinya sebagai Juara 1 Menulis dan Presentasi Esai Bahasa Jepang Tingkat Nasional 2025. 

Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang (ASPBJI) Bali-Nusa Tenggara yang berlangsung dari Selasa (1/4/2025) hingga Senin (7/7/2025). Baginya, prestasi ini tak hanya menjadi pencapaian personal semata, tetapi juga turut membawa nama besar UNAIR sebagai kampus yang unggul dalam bidang ilmu bahasa asing.

淎rti penghargaan ini sebagai salah satu dari yang saya pelajari tentang bahasa Jepang. Sebagai perwakilan dari UNAIR, alhamdulillah bisa mengenalkan bahwa UNAIR ternyata juga bisa unggul dalam bidang bahasa Jepang, ujar Rifqi dengan rasa bangga. 

Topik Lintas Budaya

Partisipasi Rifqi dalam kompetisi ini berawal dari informasi yang terdapat pada grup kelas. Meskipun dengan waktu yang sangat singkat, sekitar tiga hari sebelum batas akhir pengumpulan, tekadnya untuk menjadi yang terbaik tak pernah padam. Ia tertarik dengan tema berupa pemahaman lintas budaya antara Indonesia dan Jepang. 

淜omting menawarkan di grup kelas, lalu saya tertarik untuk mendaftarkan diri. Saya baru mendapat info lomba ini tiga hari sebelum pengumpulan, untuk menyelesaikan esai yang terdiri dari maksimal 5000 huruf Jepang sedikit terburu-buru, sebutnya. 

Ia memilih perspektif unik dan dekat dengan pengalaman sehari-hari, yaitu membandingkan lingkungan bagi pejalan kaki di Bali dan Jepang. Berbekal judul Pemahaman Lintas Budaya Jepang dan Indonesia dari Sudut Pandang Lingkungan Pejalan Kak, ia mengangkat perbedaan kontras antara kedua negara. 淪aya merasa lingkungan Bali, pejalan kaki Indonesia dan Jepang sangat berbeda, jelasnya.

Rifqi Namiroh Ash Sholihah raih sertifikat penghargaan sebagai Juara 1 Menulis Esai dan Presentasi Bahasa Jepang Tingkat Nasional 2025 (foto: istimewa)
Kesan Mendalam 

Menurutnya, kesuksesan yang ia raih tak terlepas dari peran serta dosen pembimbing yang sangat membantu. Selain tantangan menulis, ia juga harus mempersiapkan presentasi dalam bahasa Jepang. 淜arena presentasinya full menggunakan bahasa Jepang, saya melatih kelancaran berbicara menggunakan bahasa Jepang supaya ketika lancar presentasi, tuturnya. 

Pengalamannya mengikuti kompetisi ini memberikan kesan mendalam bagi Rifqi. Ia berkesempatan berjejaring dengan mahasiswa dari berbagai daerah. Pengalaman ini semakin memacu semangatnya untuk terus mengasah kemampuan di masa depan. 

淪aya sangat berkesan karena bertemu dengan mahasiswa dari berbagai daerah. Hingga saat ini saya masih berkontakan dengan mereka. Jika ada kompetisi lain dan kemungkinan saya bisa mendaftar, sebisa mungkin saya ingin mengikutinya, pungkasnya. 

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT