Adaptabilitas karier merupakan kesiapan dalam menghadapi karier dimasa mendatang, keterlibatan peran, dan tantangan tak terduga. Adaptabilitas karier menggambarkan kemampuan polisi pemula untuk menunjukkan inisiatif serta meningkatkan kemampuan psikologis dalam lingkungan kerja yang dirasakan. Keseimbangan antara nilai-nilai yang dianut oleh anggota kepolisian dan tujuan karier untuk masa depan mengarah pada kesejahteraan yang lebih kuat saat polisi yang baru lulus dari akademi merasa puas dengan karier dan peluang kerja. Hal ini terbukti secara signifikan mempengaruhi komitmen organisasi di tempat kerja.
Dalam penelitian ini, konsep komitmen organisasi merujuk pada sejauh mana alumni akademi polisi dan sekolah polisi negara di Indonesia mengidentifikasi diri dengan organisasi, tujuan manajerial, serta menunjukkan kesediaan untuk berusaha, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, dan menginternalisasi nilai-nilai manajemen dalam organisasi kepolisian republik Indonesia. Pada organisasi yang tidak berorientasi terhadap profit seperti pada kepolisian, kepuasan kerja dan komitmen organisasi cenderung lebih memberikan pengaruh positif. Selain itu, ketika anggota organisasi memiliki modal psikologis yang tinggi, dapat berperan dalam mencapai tujuan organisasi, meningkatkan pencapaian kerja, dan memperkuat komitmen organisasi intrinsik mereka.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa modal psikologis dapat meningkatkan kinerja organisasi dan perilaku anggota, tetapi gagal menjelaskan secara jelas mekanisme mendasar dari pengaruh modal psikologis individu terhadap organisasi. Selain itu, studi sebelumnya yang diidentifikasi oleh peneliti menggunakan modal psikologis sebagai variabel yang menunjukkan komitmen organisasi tanpa konstruksi lain sebagai mediator. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa studi yang mengidentifikasi komitmen organisasi dengan konstruksi mediasi, seperti adaptabilitas karier, masih kurang dieksplorasi, terutama dalam organisasi kepolisian.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh modal psikologis terhadap komitmen organisasi dengan adaptabilitas karier sebagai mediator dari hubungan tersebut. Secara teoretis, studi ini mengadopsi teori Conservation Of Resources untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana modal psikologis dan adaptabilitas karier membantu polisi pemula dalam meningkatkan komitmen organisasi.
Populasi studi ini adalah alumni akademi kepolisian dan sekolah polisi negara, tahun akademik 2022/2023. Perhitungan dengan rumus Slovin dengan total populasi 4.530 dan margin of error 5%. Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh sampel sebanyak 368. Selanjutnyaditambahkan 10% dari ukuran sampel. Penambahan 10% pada ukuran sampel dalam penelitian bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan non-respons atau kehilangan data. Total sampel terdiri dari 417 individu yang mewakili akademi polisi dan sekolah polisi negara di Indonesia, kemudian dilakukan analisis menggunakan SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal psikologis berpengaruh positif signifikan terhadap adaptabilitas karier. Hal ini menunjukkan bahwa saat apabila modal psikologis meningkat, maka adaptabilitas karier cenderung meningkat juga. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa hubungan antara modal psikologis (PsyCap) dan komitmen organisasi tidak signifikan. Adapun hubungan antara adaptabilitas karier dan komitmen organisasi menunjukkan hubungan positif signifikan, yang berarti bahwa adaptabilitas karier yang tinggi dapat menignkatkan komitmen organisasi. Hubungan tidak langsung antara modal psikologis terhadap komitmen organisasi, dengan mempertimbangkan efek mediasi dari adaptabilitas karier menunjukkan bahwa modal psikologis memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap komitmen organisasi melalui adaptabilitas karier. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adaptabilitas karier sepenuhnya memediasi hubungan antara modal psikologis dan komitmen organisasi.
Temuan menunjukkan bahwa adaptabilitas perilaku, manajemen diri, dan keterampilan interpersonal alumni dari akademi polisi dan sekolah polisi negara di Indonesia, bersama dengan kejelasan tentang arah karier masa depan mereka, sangat penting dalam meningkatkan komitmen organisasi mereka. Selain itu, adaptabilitas karier mereka secara signifikan terkait dengan PsyCap mereka. Keselarasan yang lebih besar antara nilai-nilai karyawan, tujuan karier, rencana masa depan, dan budaya perusahaan, serta tuntutan pekerjaan langsung (misalnya, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan kerja), mengarah pada rasa kebersamaan yang lebih kuat.
Penulis: Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M.T., Psikolog
Link:





