51动漫

51动漫 Official Website

ADPRC-OHCC Bahas Penerapan Kota Sehat dalam Webinar One Health City Series 2

Penyampaian materi oleh Febi Dwi Rahmadi SKM MSc PhD melalui Zoom Meeting pada Sabtu (10/9/2022) (Foto: SS Zoom)

UNAIR NEWS – Permasalahan lingkungan yang terjadi di kota-kota besar saat ini telah menjadi ancaman bagi kesehatan manusia. Menanggapi hal itu, mengadakan Webinar One Health City Series 2 bertema 淜ota dan Lingkungan: Pengaruh terhadap Kesehatan dan Upaya Pengendaliannya pada Sabtu (10/9/2022) melalui platform Zoom Meeting dan live streaming Youtube.

Webinar diawali dengan sambutan dari Koordinator ADPRC-OHCC , Prof Dr Fedik Abdul Rantam drh. Dilanjut, Prof dr Agus Suwandono MPH Dr PH selaku koordinator Indonesia One Health University Network (INDOHUN) sebagai pihak pendukung berlangsungnya acara tersebut.

Prof Agus menyampaikan bahwa aktivitas perkotaan merupakan sumber utama emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Akibatnya, muncul berbagai penyakit yang tidak hanya dapat diselesaikan dengan melibatkan sektor kesehatan saja.

淧erlu pendekatan khusus One Health yaitu kooperasi, koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi (4K) antar sektor untuk memecahkan masalah kesehatan di perkotaan, ungkap Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) itu.

Upaya mewujudkan kota sehat sejatinya telah diatur dalam Peraturan Bersama Mendagri Nomor 34 Tahun 2005 dan Menkes Nomor 1138/Menkes/PB/VIII/2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat. Pengertian kota sehat adalah suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni penduduknya.

Dosen Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR Nita Citrasari SSi MT menyoroti pengolahan limbah di Indonesia baik limbah padat maupun limbah cair yang kurang tepat. Seperti halnya, illegal dumping dan open burning yang berdampak terhadap kesehatan, bahkan lingkungan sekitar.

淜eberhasilan sanitasi termasuk dalam indikator kota sehat. Adanya bank sampah yang bernilai ekonomis dan wastewater treatment plant untuk pengolahan limbah cair tentu sangat bermanfaat, ujarnya.

Narasumber kedua, Febi Dwi Rahmadi SKM MSc PhD dari Centre for Environment and Population Health Griffith University menekankan pentingnya perencanaan kota yang berbasis lingkungan. Selain itu, dengan kombinasi kebijakan politik dan teknis maka akan terbentuk kesadaran masyarakat kota dalam mengadopsi perilaku hidup bersih dan sehat.

Berkaitan hal tersebut, Dr Suning SE MT selaku konsultan perencanaan di bidang ekonomi pembangunan, tata ruang, dan lingkungan mendorong kebijakan pengelolaan ruang terbuka hijau di perkotaan. 淢isalnya, taman kota, pengaplikasian vertical greenery, dan indoor garden guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kota, tuturnya.

Penulis: Sela Septi Dwi Arista

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT