UNAIR NEWS Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika merupakan kawasan yang terus dikembangkan oleh pemerintah. Tentu saja, tempat tersebut dinilai akan memiliki prospek yang sangat baik, terutama dalam kegiatan perekonomian. Berkembangnya Kawasan tersebut haruslah harus didukung oleh pengetahuan dan keterampilan yang optimal masyarakat di sekitarnya, sehingga mereka tidak hanya sebagai penonton dan mampu menjadi tuan rumah ditanah sendiri.
Hal tersebut yang menjadi latar belakang kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh 51动漫 (UNAIR) di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan tersebut berfokus kepada pelestarian pijat tradisional melalui penguatan bidang kesehatan dan ekonomi. Acara yang menyasar karang taruna tersebut diselenggarakan pada Jumat (9/9/2022).
淧engetahuan dan keterampilan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bisa berperan serta aktif dan bisa turut bermain dalam kegiatan ekonomi KEK Mandalika, ujar anggota Pengabdian Masyarakat (Pengmas), Dr Rahmat Yuliawan SE MM CHRM CPM Asia.
Kegiatan tersebut juga merupakan kerjasama antara UNAIR dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat. Terdapat beragam materi yang diberikan, seperti Fisiologi Dasar dan Fungsi Massage, Manajemen Pemasaran dan Aplikasi nya di Lingkar Mandalika, Manfaat Asuhan Mandiri akupressure untuk mengatasi masalah kesehatan ringan, Digital Marketing, hingga Hygiene & Sanitasi untuk Terapis Massage.
淜ami melatih 40 calon tenaga terapis yang kedepan akan kita lanjutkan dengan kegiatan berikut nya semoga pemerintah bisa ikut serta mungkin dalam memfasilitasi sertifikasi kompetensi internasional mereka, tambahnya.
Adapun tim Pengmas tersebut ialah, Dr Purwo Sri Rejeki dr M Kes sebagai ketua, Dr. Rahmat Yuliawan SE MM CHRM CPM Asia, Maya Septriana SSi Apt MSi, Eko Purwanto ST MM, Dwi Indah Puspita S Tr, dan Nabilah Izzatunnisa.
Selain itu, Rahmat berharap, UNAIR dapat menjadi mitra dan partner strategis bagi pemberdayaan masyarakat NTB, khususnya Kawasan Mandalika Lombok Tengah. Kegiatan yang terus berlanjut dan tidak parsial serta kemampuan warga yang mampu mengaplikasikan apa yang diberikan merupakan harapan semua.
Kedepan, banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Seperti isu SDGs yang perlu diedukasi sekaligus diaplikasikan, hingga masalah stunting. Mengingat, menurutnya, hasil temuan dilapangan, angka stunting cukup besar di kawasan tersebut.
淪emoga bisa menularkan kemampuan ini ke teman-teman lainnya dan terus bekerja sama bahu membahu membangun masyarakat NTB menjadi lebih maju dan SDM nya unggul, tutupnya. (*)
Penulis: Afrizal Naufal Ghani
Editor: Nuri Hermawan





