UNAIR NEWS “ Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik 51¶¯Âþ Periode 2025 menyelenggarakan Airlangga Forum of Public Administration (AFPA) 2025. Kegiatan berskala nasional ini digagas oleh Departemen Riset dan Keilmuan HIMA AP Juara, , 51¶¯Âþ. AFPA 2025 terdiri atas tiga rangkaian utama, yakni kompetisi paper, writing class, dan seminar nasional sebagai puncak acara.
Acara puncak berlangsung di Ruang Candradimuka Lantai 9, Gedung Nano, Kampus MERR-C UNAIR, pada Sabtu (8/11/2025). Forum ini menjadi wadah kolaborasi mahasiswa, akademisi, serta praktisi untuk membahas reformasi publik di tengah disrupsi teknologi dan sosial.
Semangat Generasi Muda dalam Reformasi Publik
Pada pembuka kegiatan, bermula dengan sambutan Ketua Pelaksana AFPA 2025, Vaneza Ika Artamevia, yang menekankan peran mahasiswa dalam reformasi publik. “AFPA 2025 mengajak mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk tidak hanya belajar, tetapi juga berkontribusi nyata melalui pengetahuan dan aksi,” ujar Vaneza.
Kepala Departemen Riset dan Keilmuan HIMA AP Juara, Amanda Naila Majida, menyoroti rangkaian kegiatan AFPA 2025. “Mulai dari writing class, kompetisi paper, hingga seminar nasional, semuanya dirancang untuk mendorong kreativitas dan kontribusi nyata mahasiswa,” ungkap Amanda.
Sementara itu, Ketua HIMA AP Juara, Agym Farhan Amrullah, menekankan relevansi tema seminar dengan kebutuhan reformasi publik saat ini. “Reformasi publik tidak hanya berbasis konsep, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata dan kolaborasi lintas disiplin,” jelas Agym.
Dr Adam Amin Bahar SIP MKP, perwakilan Departemen Administrasi Publik FISIP UNAIR, turut menyampaikan apresiasi. “Inisiatif mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik nyata sangat patut mendapat apresiasi,” ungkapnya.

Moderasi dan Perspektif Praktisi
Moh. Suma Firman Romadhoni berlaku sebagai moderator pada seminar kali ini, Ketua Forum Genre Indonesia Provinsi Jawa Timur, yang memastikan jalannya diskusi interaktif dan dinamis. Cerdikwan Sip PDGipPA MPP PhD dari Kementerian PPN/Bappenas membagikan pandangan mendalam mengenai disrupsi teknologi dan sosial serta strategi pemerintah dalam memfasilitasi generasi muda sebagai agen reformasi.
Dalam paparannya, Cerdikwan menekankan pentingnya adaptasi, inovasi, dan pengembangan kompetensi generasi muda. “Generasi muda harus terus beradaptasi, berinovasi, dan mengembangkan kompetensi. Upaya itu agar siap menghadapi tantangan pekerjaan dan industri masa depan,” ujar Cerdikwan. “Pemerintah berperan memfasilitasi mereka sebagai agen reformasi, dan forum seperti AFPA 2025 menjadi sarana penting untuk mewujudkannya.”
Bagian akhir penutup langsung oleh Cerdikwan. “Saya berharap generasi muda terus berinovasi dan berkontribusi nyata untuk reformasi publik berkelanjutan. Forum ini menjadi langkah awal yang penting untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tutup Cerdikwan.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





