UNAIR NEWS “ Para pemimpin universitas, perencana strategis, dan peneliti institusional dari berbagai negara berkumpul di Novotel Ambassador Seoul Dongdaemun untuk mengikuti QS Rankings Masterclass. Acara yang berlangsung intensif selama satu hari penuh, dari pukul 09.00 hingga 17.00, ini dirancang sebagai sesi tambahan dari QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2025, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang metodologi pemeringkatan QS dan dampaknya bagi institusi.
Masterclass ini berfokus pada tema “Seberapa baik Anda memahami pemeringkatan QS “ dan apa artinya bagi institusi Anda?”. Dipandu oleh para spesialis pemeringkatan, sesi ini dirancang untuk mereka yang siap menggali lebih dalam, berpikir strategis, dan memimpin dengan data. Agenda utama mencakup penjabaran yang jelas tentang metodologi QS, cara praktis untuk menganalisis dan menerapkan data guna perbaikan yang terukur, serta wawasan tentang bagaimana pemeringkatan membentuk kebijakan, kemitraan, dan reputasi.
Pengalaman dan Strategi UNAIR
Salah satu sesi yang paling ditunggu adalah panel diskusi yang menghadirkan Dr Dian Ekowati, Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan () 51¶¯Âþ (UNAIR). Ia hadir sebagai panelis untuk berbagi pengalaman dan strategi yang telah membawa UNAIR menorehkan prestasi gemilang di kancah global.
Dalam paparannya, Dr Dian membagikan perjalanan strategis UNAIR selama kurang lebih 10 tahun terakhir. Perjalanan panjang ini terbukti membuahkan hasil yang membanggakan, dengan tercapainya posisi 287 dunia versi QS World University Rankings (WUR) 2026. Ini merupakan sebuah lompatan signifikan yang menempatkan UNAIR dalam jajaran elite university.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil kerja instan. Kiat sukses utama UNAIR menurutnya adalah kerja sama seluruh pihak di lingkungan universitas. Kolaborasi yang solid antarfakultas, departemen, staf, mahasiswa, dan alumni, dengan mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki, menjadi motor penggerak utama.
Capaian Sekaligus Tantangan
Dr Dian Ekowati juga memberikan perspektif filosofis mengenai pemeringkatan. Baginya, capaian ini merupakan sebuah prestasi sekaligus tantangan. Ia menegaskan bahwa sistem pemeringkatan apapun jenisnya, termasuk QS, pada hakikatnya adalah alat ukur.
œIni adalah alat untuk menilai posisi kita terkini, belajar dari masa lalu. Dan yang terpenting, untuk memetakan jalan menuju masa depan 51¶¯Âþ yang lebih baik, yang menjadi poin penting adalah bukan hanya meraih ranking yang lebih baik tetapi become a better version of yourself as an institution,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Presentasi dari UNAIR tersebut menjadi studi kasus yang sempurna dan selaras dengan tujuan utama masterclass. Apa yang Dr Dian sampaikan adalah contoh nyata dari penerapan strategi untuk menggunakan data sebagai alat bercerita dan kepemimpinan (storytelling and leadership tool), sebuah poin yang menjadi fokus materi masterclass.
Inspirasi Praktis
Para peserta lain, yang sebagian besar memegang peran dalam perencanaan strategis di institusi masing-masing, mendapatkan inspirasi praktis tentang bagaimana sebuah universitas dapat secara sistematis menganalisis posisinya dan menerapkan perbaikan terukur.
Selain sesi panel, masterclass ini juga menawarkan kesempatan bagi peserta untuk berkonsultasi gratis selama 30 menit dengan pakar pemeringkatan. Layanan ini memberikan gambaran yang dipersonalisasi tentang kinerja institusi peserta, menyoroti kekuatan, menunjukkan peluang, dan melengkapi mereka dengan bekal untuk memaksimalkan hasil dari masterclass.
Secara keseluruhan, QS Rankings Masterclass di Seoul berhasil menggabungkan penjabaran metodologi teknis dengan wawasan strategis tingkat tinggi. Kisah sukses UNAIR yang Dr Dian sampaikan dapat memberikan bukti konkret bahwa dengan kolaborasi, strategi jangka panjang, dan pemahaman yang tepat akan data, sebuah universitas dapat mencapai pengakuan global yang signifikan.
Penulis: AGE
Editor: Yulia Rohmawati





