UNAIR NEWS – Fenomena self-hate atau kecenderungan menyalahkan diri sendiri rentan menjangkiti mahasiswa, utamanya yang mengalami tekanan. Menyadari hal itu, Airlangga Safe Space mengadakan acara bertajuk Overcoming Self-Hatred : Why You Hate Yourself And How To Stop Doing So yang digelar Sabtu (28/5/2022). Acara tersebut bertujuan untuk mengenali dan menghentikan sikap self-hate.
Acara itu dihadiri oleh Savira Anjani MPsi Psikolog, seorang psikolog klinis anak, remaja, dan dewasa muda, sebagai pembicara utama. Menurut penuturan Savira, self-hatred adalah perasaan bersalah, tidak cukup, tidak mampu, dan rendahnya kepercayaan diri yang terjadi secara berkelanjutan.
淛adi kalau cuma sesekali itu belum self-hatred. Tapi kalau berkelanjutan, durasinya lama, panjang, itu baru kita self-hatred, jelasnya.
Co-founder pelayanan konseling @deepsmalltalk itu juga menyebutkan bahwa pengalaman masa kecil yang traumatis bisa menjadi salah satu penyebab dari perilaku self-hatred. Bentuk pengalaman traumatis tersebut termasuk perundungan, pengabaian oleh orang tua, maupun adanya kekerasan dalam rumah tangga.
淜ita terbiasa ngerasa nggak pantes, ngerasa nggak berharga. Kita dicuekin lah, kita nggak didengar, kita dikritik terus-terusan. Kita udah terbiasa ngerasa kaya gitu, terang Savira.
Faktor lain yang menjadi penyebab dari self hatred adalah kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Hasilnya, seseorang tersebut akan merasa tidak cukup dengan dirinya, dan sulit menghargai diri sendiri apa adanya.
淧adahal kita juga bisa aja lebih dari orang yang kita bandingin. Cuma karena kita selalu banding-bandingin, kita nggak bisa menghargai sebenarnya kita tuh juga cantik, pintar, berprestasi, dan lain-lainnya, tutur Savira menyayangkan.
Self-hatred, lanjutnya, membuat seseorang juga memiliki konseptualisasi diri yang buruk. Selain itu, orang yang berada dalam kondisi self-hatred rentan terhadap gangguan psikologis lainnya, seperti stres dan depresi.
淜ita jadi underestimate ourselves, gitu, ujar Savira.
Menurut Savira, cara menghentikan kebiasaan self-hate bisa dimulai dari hal sesederhana membiasakan menerima pujian, sampai hal lebih kompleks seperti self-compassion. 淜ita benci sama diri sendiri karena kita terlalu keras sama diri kita sendiri. Nah, self-compassion itu kebalikannya: kita memaafkan diri sendiri. Kita sedikit lebih lembut lah sama diri sendiri. jelas Savira.
Penulis: Ghulam Phasa Pambayung
Editor: Nuri Hermawan





