UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa 51动漫 sukses mengadakan Pelatihan Pembuatan di ruang 4.05 Gedung Kuliah Bersama Kampus Merr C pada Sabtu (14/10/2023). Pelatihan ini mengusung tema 淢enggali Solusi Ramah Lingkungan untuk Masa Depan yang Lebih Bersih.
Pelatihan ini merupakan inisiasi dari kementerian lingkungan hidup dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Harapannya melalui pelatihan ini dapat mengimplementasikan pembuatan biopori di lingkungan masing-masing.
Pelatihan ini menghadirkan Yaning Mustikaningrum selaku Ketua pengembangan Kampung Sayur Hidroponik Kampung Songo dan Adi Candra SSi MSi sebagai ketua PERBANUSA DPD I Jawa Timur. Pada kesempatan ini, sesi pertama merupakan penyampaian materi dan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan biopori bersama narasumber.
Kenali Biopori
Yaning menyampaikan bahwa jumlah sampah di Surabaya mencapai seribu enam ratus ton dalam sehari. Sedangkan jumlah sampah yang bisa dikelola oleh pemkot baru mencapai seribu ton. Sehingga wali kota Surabaya mendorong para penggiat lingkungan untuk mengelola sampah, baik sampah basah maupun kering.
Yaning memaparkan salah satu bentuk kegiatan yang bisa dilakukan yaitu dengan pembuatan biopori. Biopori adalah sebuah lubang yang nantinya akan dimasukkan sampah organik. Manfaat yang didapatkan diantaranya mengurangi sampah organik dan membuat resapan air.
Yaning juga menunjukkan contoh bentuk biopori yang ia bawa. Ia menjelaskan bahwa biopori nantinya ditutup agar tidak menjadi sarang nyamuk. Biopori dapat diisi oleh sampah organik atau daun-daun kering.
淜alau buah jangan ya. Kalau buah nanti dibuat eco enzim. Ini khusus sampah kering ungkapnya.
Tidak hanya itu, Yaning juga memberikan bahan alternatif lain untuk pembuatan biopori selain dari paralon, yaitu memanfaatkan wadah tempat cat. Proses pembuatannya sama dengan cara dilubangi, dimasukkan dan ditutup. Hal ini sebagai contoh dari penerapan reduce, reuse, recycle.
淒ari bahan-bahan bekas yang tidak berguna itu bisa dimanfaatkan untuk membuat biopori. Jadi jangan berfikir pasti mahal bahan biopori. Tidak mahal tegasnya.

Pembuatan Biopori
Lebih lanjut, Adi Candra menjelaskan bagaimana proses pembuatan biopori apabila menggunakan bahan lain seperti bambu. Namun kendala saat proses pembuatan dapat ditemukan.
Adi juga memaparkan lokasi pembuatan biopori ini dapat dilakukan di dasar saluran pembuangan dan sekeliling batang pohon. Dengan menerapkan rumus segitiga sama sisi dibutuhkan sekitar tiga lubang biopori di sekeliling pohon.
淪emakin banyak lubang biopori yang dibuat semakin baik, tetapi tolong diperhatikan jarak amannya. jelasnya.
Adi menekankan bahwa jarak antar lubang biopori adalah 50-100 cm jika sejajar. Namun apabila di sekeliling pohon menyesuaikan dengan ukurannya. Hal ini dapat menyebabkan kurang efektifnya penyerapan oleh cacing saat sampah dimasukkan pada lubang biopori.
淭api kalau jaraknya berjauhan, teman-teman akan melihat cacing semakin banyak. Kenapa? karena cacing itu buta. Sampah yang kita masukkan adalah makanan. pungkasnya.
Setelah pemaparan materi, peserta diarahkan ke halaman belakang gedung Airlangga Convention Center untuk melakukan pembuatan biopori secara langsung. Peserta dibagi sesuai kelompok dengan didampingi narasumber untuk melakukan aksi sesuai kelompok masing-masing.
Penulis: Meli Nor Arista
Editor: Feri Fenoria





