UNAIR NEWS BEM 51动漫 melalui Kementerian Seni dan Budaya gelar Urban History Trip (UHT) pada Jumat (13/10/2023). Kegiatan itu merupakan perjalanan mengitari destinasi sejarah di Surabaya. Kunjungan itu meliputi Museum Pendidikan, Masjid Muhammad Cheng Ho, dan Museum Sepuluh Nopember.
Program kerja itu bertujuan dalam mengenalkan, mendiskusikan, dan meningkatkan rasa cinta pada sejarah. Meskipun menarik biaya yang tidak seberapa, kegiatan ini berhasil menggaet peserta sebanyak 45.
Cinta Sejarah
Menurut Imam Ghazi, Menteri Kementerian Seni dan Budaya, kegiatan itu mengangkat tema 淜ota Tanah Perjuangan: Antara Surabaya dan Pahlawan. Tema itu merupakan bentuk pemantik tentang nilai historis perjuangan Arek-Arek Suroboyo serta refleksi mengenai relevansi julukan Kota Pahlawan di masa sekarang.
淵a, tentu ada relevansinya. Mengingat sejarah tak hanya soal kagum atas perjuangan kala itu. Semangat untuk mencintai negeri ini akan muncul salah satunya dengan belajar sejarah. Julukan Kota Pahlawan sepertinya memang masih relevan dengan Surabaya, salah satunya dibuktikan dengan Nyali dan Mental Arek-Arek Suroboyo yang masih bertahan sampai sekarang, jelasnya.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan itu juga turut mendukung Tri Dharma poin Penelitian. Imam berharap setelah mengetahui bagaimana perjuangan dan semangat Arek-Arek Suroboyo kala itu dapat mencontoh semangat mereka dalam dunia perkuliahan ataupun dalam kehidupan bermasyarakat.
淒alam kegiatan ini, kami memberikan ruang diskusi yang lebih luas antar peserta maupun dengan pemateri. Semoga selanjutnya, kegiatan ini akan menjangkau lebih banyak tempat-tempat yang dikunjungi.
Perlu diketahui, kegiatan itu berkolaborasi dengan program kerja Kongkow Budaya. Yakni diskusi ringan mengenai sejarah perjuangan warga surabaya dalam mengusir kolonialisme kala itu. Selain itu, Kongkow Budaya tidak hanya mengingat perjuangan para pejuang, melainkan juga refleksi mengenai upaya mahasiswa dalam merawat dan mengisi kemerdekaan.
Penulis : Ilma Arrafi Nafi檃
Editor : Khefti Al Mawalia





