UNAIR NEWS – SD Jipurapah II telah bekerjasama dengan BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 51¶¯Âþ (UNAIR) sejak tahun pertama pelaksanaan program program abdi desa tahun 2013. Dalam abdi desa ke-6 kali ini, program pendidikan berbentuk kegiatan belajar mengajar.
Mengenai program abdi desa, Wondo guru di SD Jipurapah II mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa UNAIR diharapkan dapat membantu meningkatkan semangat belajar siswa. Serta, mahasiswa dapat memotivasi siswa untuk terus semangat belajar.
Program bidang pendidikan yang dilaksanakan oleh 10 mahasiswa FEB telah dikonsep jauh-jauh hari. Program itu disusun setelah melihat kondisi sekolah saat survei.
Diana Rachmawati wakil koordinator bidang pendidikan mengatakan, konsep abdi desa tahun ke-6 berbeda dengan tahun sebelumnya. Setiap hari siswa mendapatkan tema pembelajaran yang berbeda, dengan diselingi media pembelajaran untuk pendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Meskipun, siswa disana belum mendapatakan kurikulum K13.
Selain itu, siswa diberikan penyuluhan akan pentingnya gosok gigi, penggunaan gadget secara bijak, hingga pembagian hadiah berupa mainan yang bermanfaat untuk belajar.
Diana menambahkan, ada hari dimana siswa mendapatkan kesempatan untuk membuat ice cream dari alat dan bahan sederrhana. Ice cream yang dibuat dari bola plastik dimainkan selama 15 menit dengan cara diputar. Di dalam bola plastik itu terdapat olahan ice cream bubuk dengan es batu dan garam kasar.
KBM belangsung dari pukul 7 pagi hingga 12 siang. Kegiatan dilaksnakan 1 hari di SD Jipurapah I, SMP NEGERI I ATAP, dan 3 hari di SD Jipurapah II.

Menurut Diana, antusias siswa dalam mengikuti alur KBM dengan mahasiswa UNAIR cukup tinggi. Bahkan, siswa di sana meluangkan waktunya berangkat lebih pagi dari biasanya yaitu pukul 6 pagi. Hanya saja, ketika berhadapan langsung dengan siswa, mahasiswa tidak bisa memaksakan kehendak untuk selalu nurut.
Namun, suguhan ˜happy learning™ mampu menorehkan semangat siswa untuk terus fokus dan belajar bersama dengan senang hati tanpa ada beban.
Happy learning dilaksanakan dengan menggunakan media pembelajaran. Seperti, penanaman biji kacang hijau, anak tangga hitung, kartu bersusun abjad, teleskop pipa, dan media yang lain.
Di waktu senggang siang hari, siswa mendapat kesempatan untuk membuat kerajinan scrapbook yang dipandu langung oleh panitia abdi desa. Sementara di malam hari, mahasiswa disibukkan dengan bimbingan belajar yang dilakukan setelah mengaji bersama.
Selain belajar mengajar di kelas, bidang pendidikan abdi desa 2018 memberikan kesempatan siswa untuk menerapkan budaya literasi. Budaya literasi dilakukan dengan konsep membangun taman baca dan memberikan story telling. Dengan adanya kegiatan tersebut, siswa lebih antusias dan bersemangat untuk mengejar cita-cita mereka.

Seminggu lebih berada di daerah terdalam, hal yang berkesan bagi Diana ialah ketika siswa mampu membuat pantun dan puisi untuk dipersembahkan kepada mahasiswa abdi desa 2018. Persembahan puisi itu disampaikan dalam perpisahan akhir acara, Rabu (22/8). Sebab, di balik kenakalan siswa di kelas, mampu menorehkan keahlian yang dimiliki secara mendalam.
Diana berharap, kehadiran mahasiswa UNAIR di Jipurapah dapat menjadikan contoh yang baik untuk langkah awal siswa menggapai mimpi. Serta, dapat memberikan motivasi bagi siswa. (*)
Penulis: Rolista Dwi Oktavia
Editor: Binti Q. Masruroh





