UNAIR NEWS – Penyuluhan penggunaan gadget 产别谤迟补箩耻办听Gadget, Alat Pintar yang Berbahaya diadakan Selasa (14/8). Penyuluhan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dari program kerja tahunan pengmas BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 51动漫 (UNAIR) bernama bina abdi desa. Seluruh rangkaian pengmas berlangsung di Dusun Brangkal, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
楽usah Sinyal merupakan julukan yang pas untuk Desa Jipurapah. Tak hanya sinyal handphone yang susah didapat, jaringan internet pun begitu. Meski begitu, internet dapat diakses dengan fasilitas Wi-Fi setempat yang dimiliki oleh sebagian rumah tangga. Lantas, WiFi ini digunakan oleh masyarakat, termasuk anak-anak.
Di Jipurapah, rata-rata anak-anak setempat telah mengenal dan memiliki handphone yang merupakan pemberian orang tua mereka. Jika dihitung, rata-rata anak setempat memakai handphone 6 jam perhari.
Sarana WiFi yang disediakan pun menimbulkan permasalahan. Yakni, penyalahgunaan sarana WiFi untuk mengakses konten negatif melalui masing-masing handphone yang dimiliki. Munculnya permasalahan ini disebabkan minimnya pengawasan dari orang tua terhadap penggunaan handphone bagi anak.
淎nak-anak di sini menurut saya perlu diingatkan akan kegunaan handphone yang sering mereka gunakan. Karena minat mereka saat mengakses internet cenderung ke yang negatif dan kurang memberikan manfaat. Maka dari itu, kami berusaha memberi penyuluhan sebagai langkah pertama, ujar Diana Rachmawati wakil koordinator bidang pendidikan bina abdi desa.
Pengisi materi dari penyuluhan tersebut adalah anggota bidang pendidikan abdi desa Fitri Maulitha. Litha sapaan karibnya, mengajarkan mengenai manfaat dan pengaruh buruk yang dapat timbul dari penggunaan handphone secara berlebihan.
Litha menjelaskan, penggunaan gadget yang bijak dimulai dari hal yang sederhana. Seperti, menyesuaikan dengan waktu, umur, keperluan, serta hiburan yang cukup.
淪ebenarnya penting juga untuk adik-adik di sini menyadari kegunaan baik dan buruknya gadget yang mereka punya. Meskipun tidak semua adik-adik di sini memiliki gadget, namun juga bisa dijadikan patokan bila mereka punya. Melihat baik dan buruknya, sehingga dapat memakai gadget dengan optimal, ujar Yusril Erlangga selaku ketua panitia bina abdi desa 2018.
Penyuluhan ini diikuti oleh seluruh siswa SD dan SMP Satu Atap Jipurapah. Untuk menarik para peserta penyuluhan, acara dimeriahkan dengan menyisipkan permainan, serta pembagian makanan dan mainan untuk anak-anak.
Bina abdi desa adalah program kerja tahunan yang bertujuan memberdayakan masyarakat desa agar lebih berkembang. Tahun 2018 ini merupakan tahun keenam bina abdi desa dilakukan.
Selain penyuluhan mengenai penggunaan gadget untuk siswa SD-SMP Satu Atap Jipurapah, bina abdi desa 2018 mempunyai rangkaian acara lain yang fokus di empat bidang. Yaitu ekonomi, lingkungan, kesehatan, dan pendidikan. (*)
Penulis : Rolista Dwi Oktavia
Binti Q. Masruroh





