UNAIR NEWS – Salah satu akademisi Fakultas Hukum Dwi Rahayu Kristianti, S.H.,M.A memenuhi undangan PBB dalam rangka training UN Human Rights Mechanisms pada tangga 1-5 Mei lalu. Acara yang diikuti oleh beberapa akademisi luar negeri ini diselenggarakan oleh Norwegian Center of Human Rights (NCHR) dan Geneva Academy.
Beberapa negara yang berpartisipasi yaitu China, Vietnam, dan Iran. Dalam acara itu, Yeyen sapaan akrabnya, bertindak sebagai akademisi bidang Hukum Tata Negara sekaligus wakil dari Human Rights Law Studies (HRLS) FH UNAIR. Sedangkan pada tanggal 3 Mei, ada sesi khusus untuk menghadiri Universal Periodic Review (UPR) Indonesia di UN.
Selama satu minggu di sana, hampir semua sesi diselenggarakan di gedung Geneva Academy, dan tiga sesi kujungan lainnya di tempat berbeda. Selain dosen FH UNAIR, ada pula dosen dari FH Universitas Brawijaya (UB), Malang, dan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Saya menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan HAM dan mekanisme pelaporan pelaksanaan HAM di Indonesia secara umum, ujar Yeyen kepada UNAIR NEWS.
Selain itu, tambah Yeyen, terdapat diskusi best practices mekanisme pelaporan HAM di UN dan politisasi mekanisme pelaporan. Secara informal, Yeyen juga mengajukan usulan kerjasama dengan NCHR dan Geneva Academy terkait rencana HRLS dan FH untuk membuka minat Hukum HAM pada strata S-2 yang pada saat ini masih terbatas pada modul materi dan penelitian.

Melihat kondisi pelaksanaan penegakan hukum HAM, mekanisme pelaporannya, dan pembentukan Undang-undang berbasis HAM, maka diperlukan banyak ahli hukum di bidang advokasi dan legal drafting yang memahami HAM, tuturnya saat ditanya mengenai urgensi rencana pembentukan minat Hukum HAM pada jenjang S-2.
Sebelumnya, pengajar Ilmu Negara ini kerap mengikuti beberapa training. Namun ia mengaku bahwa training khusus dengan tema UN Human Rights Mechanisms baru pertama kali diikuti. Agenda lain yang telah menanti Yeyen adalah pembuatan laporan ke penyelenggara dan kerjasama terkait pembuatan buku bersama FH UB dan UGM. (*)
Penulis : Pradita Desyanti
Editor : Binti Q. Masruroh





