UNAIR NEWS Keilmuan yang didapat selama berkuliah berhasil dimanfaatkan oleh lima mahasiwa Fakultas Perikanan dan Kelautan 51动漫. Dengan ilmunya, mereka menawarkan solusi budidaya tanaman hidroponik dan budidaya lele.
Gagasan tersebut dituangkan dalam proposal program kreativitas mahasiswa搆ewirausahaan (PKM揔) berjudul 淭ani Bule Farm (Tanaman Hidroponik dan Budidaya Lele), Solusi Budidaya Multi-Komoditas dengan Sistem Akuaponik untuk Efisiensi Lahan.
Gagasan kelima mahasiswa yang beranggotakan M. Rijal Amiruddin, Nanang Ardianto, Muhamad Maslikhan, Heni Putriani, dan Irene Sugiarto tersebut berhasil lolos seleksi pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tahun 2017.
Menurut Nanang, timnya berhasil mengembangkan dan menjual produk berupa konstruksi akuaponik yang disesuaikan kebutuhan pelanggan. Selain itu, tim PKM揔 Tani Bule Farm juga memberikan jasa konsultan demi pengembangan potensi perikanan.
Mengapa akuaponik? Nanang mengatakan, akuaponik merupakan solusi usaha alternatif bagi masyarakat perkotaan yang dihadapkan pada keterbatasan lahan.
淜onstruksi kolam dapat berupa terpal karet bulat berangka besi, kemudian kerangka konstruksi untuk peletakan tanaman hidroponik terbuat dari kayu yang dirangkai sesuai kebutuhan. Selain itu, tanaman diletakkan pada media pipa berlubang yang tersambung secara seri diposisikan sesuai keinginan dengan pertimbangan faktor teknis budidaya sehingga akan terhubung antarmedia dua komoditas yang berbeda, tutur Nanang.
Produk akuaponik Tani Bule Farm tersebut dijual mulai harga Rp 3 juta. Keunggulan produk Tani Bule Farm lebih fleksibel karena disesuaikan permintaan pelanggan dan lebih terkontrol dibandingkan produk akuaponik sejenis.
淧elanggan mendapatkan benefit berupa pendampingan dan konsultasi rutin selama satu siklus panen, imbuh Nanang.
Selain itu, budidaya multikomoditas dengan sistem akuaponik dapat memberikan efisiensi produksi dari segi waktu dan biaya. Sebab, dalam satu siklus panen, pembudidaya dapat memproduksi dua komoditas tanaman dan ikan, hemat lahan dan air, serta tidak membutuhkan keahlian khusus.
淛adi, masyarakat urban lebih tertarik pada alternatif usaha yang mudah dan murah, namun memiliki keuntungan yang prospektif. Selain itu, pendampingan rutin atas pembelian produk Kami sebagai bagian dari tanggungjawab moral atas socialpreneur yang dikembangkan, terang Nanang.
Meski usaha Tani Bule Farm baru berjalan selama tiga bulan, para mahasiswa ini sudah kebanjiran pemesanan. Pelanggan berasal dari berbagai wilayah Jawa yang didominasi Jawa Timur yakni Sumenep, Surabaya, dan Lamongan.
Editor: Defrina Sukma S





