UNAIR NEWS – Kegiatan penanaman bibit dilaksanakan dengan penuh semangat di lingkungan desa kita. warga berkumpul di area lahan kritis untuk menanam berbagai jenis bibit, seperti bibit salam purut, sereh, dan bibit jeruk nipis.
Semangat gotong royong ini tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar tetangga yang mungkin jarang bertemu di hari kerja, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental di lapangan.
Tujuan utama dari aksi ini adalah untuk mendukung program pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal. Dengan menambah jumlah tegakan pohon, kita berupaya meningkatkan kualitas udara, menjaga ketersediaan air tanah, serta mencegah erosi saat musim hujan tiba. Selain manfaat ekologis, penanaman bibit buah juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga di masa depan saat pohon-pohon tersebut mulai menghasilkan.
Proses penanaman dilakukan secara sistematis agar bibit memiliki peluang hidup yang tinggi. Setiap lubang tanam diberi pupuk organik terlebih dahulu sebelum bibit dimasukkan, kemudian ditutup kembali dengan tanah gembur dan dipasangi ajir (penyangga) agar tidak roboh tertiup angin. Setelah penanaman selesai, warga sepakat untuk membentuk jadwal piket perawatan mingguan guna memastikan bibit-bibit tersebut tumbuh besar dan memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang.
Penulis: Ikhwan Dwi





