51动漫

51动漫 Official Website

Sobat Sinau & Eksperimen: Serunya Belajar Sambil Bermain

UNAIR  NEWS – Mahasiswa BBK 7 51动漫 menghadirkan program unggulan bernama 淪obat Sinau dan Sobat Eksperimen. Mulanya, mahasiswa merancang inovasi pendampingan belajar non-formal untuk anak-anak TK hingga SD di Kalijudan. Kegiatan ini berlangsung rutin setiap hari Rabu dan Sabtu di Balai RW II. Memang, pendekatan personal yang hangat mampu mengubah persepsi anak bahwa belajar itu menyenangkan. Faktanya, metode adaptif ini sangat membantu anak-anak memahami materi sekolah tanpa merasakan beban akademik.

Kegiatan 淪obat Sinau berjalan rutin 2 kali setiap minggu di Balai RW II Kalijudan. Mulanya, setiap sesi diawali permainan edukatif sebagai ice breaking. Kemudian, Kakak ajar mendampingi anak dalam pemberian materi tambahan sesuai dengan grade kelas mereka dan membantu mengerjakan PR. Faktanya, pendampingan secara personal lebih membantu anak untuk bisa berani bertanya. Namun, pada program kerja 淪obat Sinau ini tidak hanya menekankan capaian akademik semata.

Di samping itu, Kakak ajar selalu mengawali setiap sesi Sobat Sinau dengan permainan edukatif sebagai pemecah kebekuan. Kakak ajar mendampingi anak-anak mengerjakan tugas sekolah sambil menyisipkan pendidikan karakter melalui simulasi kelompok. Karenanya, anak-anak secara langsung melatih sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Namun, mahasiswa tidak hanya mengejar target capaian akademik semata melalui program pendampingan inklusif ini. Tapi, Kakak ajar juga menggunakan lembar pantau khusus untuk mengukur konsistensi kehadiran dan pemahaman materi. Alhasil, Kakak ajar mampu mengukur indikator dampak program secara jelas dari peningkatan hasil belajar anak-anak.         

Selanjutnya, puncak kegiatan berlangsung pada minggu terakhir melalui program interaktif bernama Sobat Eksperimen. Pada sesi ini, anak-anak mempraktikkan konsep dasar sains menggunakan berbagai bahan sederhana sehari-hari. Contohnya, Kakak ajar mengajak anak-anak membuat gunung meletus menggunakan reaksi antara soda kue dan cuka. Apalagi, mahasiswa juga memperagakan eksperimen “Bye-Bye Kuman” menggunakan campuran air, sabun, dan bubuk lada. Sementara, percobaan balon mengembung semakin mengasah rasa ingin tahu dan keterampilan berpikir kritis anak-anak.

Sedangkan dari sisi kolaborasi, orang tua dan pengurus RW sangat mendukung seluruh rangkaian acara. Kolaborasi ini menyediakan fasilitas ruang belajar yang aman dan produktif bagi seluruh peserta. Akhirnya, dua program kerja unggulan ini sukses mendukung pencapaian target SDGs ke-4 Pendidikan Berkualitas. Demikian sehingga, mahasiswa berhasil menyediakan akses pendidikan non-formal yang berkualitas, inklusif, dan menyenangkan bagi masyarakat.

Penulis: BBK 7

AKSES CEPAT