UNAIR NEWS – Kementerian Kesehatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR turut melakukan kontribusi terkait pendidikan inklusi. Menurut Aqbil Izzul Haq, Dirjen pendampingan psikososial Kementerian Kesehatan BEM UNAIR 2023, pemberdayaan terhadap masyarakat penyandang disabilitas atau difabel merupakan salah satu fokus utama.
Adapun penyandang disabilitas merupakan kondisi yang mengacu pada keterbatasan peran penyandang disabilitas dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari karena ketidakmampuan yang dimiliki.
淎danya keterbatasan tersebut tentu menyebabkan kelompok difabel membutuhkan adanya fasilitas maupun bantuan khusus agar dapat menjalani kehidupannya sehari-hari, tutur Akbil.
Ia melanjutkan, tidak jarang difabel kurang memiliki kepercayaan diri dan kerap merasa terasing akibat keterbatasan yang dimilikinya. Padahal, penting bagi seluruh kalangan masyarakat untuk tetap memperoleh kesetaraan dalam hak maupun kewajiban sebagai manusia.
淪eperti manusia pada umumnya, kelompok difabel mempunyai keinginan untuk berkembang, mimpi, potensi, minat, dan juga bakat. Mereka juga memiliki kemampuan yang sama dalam melaksanakan aktivitas sesuai dengan potensi serta minat masing-masing, terang Akbil.
Kita Sama
Mengenai hal itu, Kementerian Kesehatan turut melakukan kontribusi secara langsung melalui kegiatan yang bernama Kita Sama. Kita Sama merupakan program kerja Kementerian Kesehatan BEM UNAIR 2023 sebagai bentuk kepedulian terhadap anak difabel di Surabaya.

Terselenggara pada Kamis (24/8/2023) di Sekolah Luar Biasa Grahita Sari Dharma Wanita Kota Surabaya, kegiatan tersebut menjadi bentuk implementasi BEM UNAIR terhadap anak-anak difabel.
淜ita Sama berisi penyuluhan, pendampingan potensi diri, monitoring terhadap anak difabel agar mereka bisa mengembangkan kelebihan yang terdapat pada diri mereka. Kegiatan itu dilakukan sebanyak 3 kali rangkaian acara dengan 3 tempat yang berbeda, tutur Akbil.
Dorongan Semangat dan Motivasi
Menurutnya, dengan diselenggarakannya kegiatan itu, diharapkan anak-anak difabel mendapatkan dorongan motivasi serta semangat untuk belajar. Sehingga, lanjutnya, mereka bisa menggali bakat dan potensi untuk melengkapi kekurangan yang mereka miliki.
淢elalui kegiatan itu, kami berharap anak-anak difabel mendapat motivasi dan semangat baru untuk belajar, terang Akbil.
Ia menambahkan, manusia sebagai makhluk sosial hendaknya belajar untuk saling menghargai dan peduli dengan sesama. Sehingga, tidak akan muncul perasaan diremehkan, disepelekan, ataupun dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitar.
淢elalui masyarakat yang saling menghargai, akan tercapainya kondisi sosial sedemikian rupa. Maka tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan individu akan tercapai, terang Akbil.
Interaksi dengan Anak Difabel
Selain melakukan penyuluhan, pendampingan, dan monitoring terhadap anak-anak difabel, Akbil menerangkan, BEM UNAIR juga berinteraksi langsung bersama mereka untuk bersenang-senang melalui permainan. 淛adi, program Kita Sama itu memberikan pendampingan kepada anak difabel di Sekolah Luar Biasa Grahita dengan memberikan games yang bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas dan kepercayaan diri mereka, ujarnya.
Ia juga menambahkan, melalui interaksi tersebut, mereka berharap kepercayaan diri anak-anak difabel semakin tumbuh dan tidak lagi terasing karena perbedaan yang mereka miliki. 淢ewakili panitia, kami berharap semoga Kita Sama dapat meningkatkan kepercayaan diri anak-anak difabel. Selain itu, kami juga berharap semoga program tersebut dapat menumbuhkan empati seseorang terhadap penyandang difabel yang ada di sekitarnya, tutur Akbil.
Pesan Presiden BEM
Selain Akbil, UNAIR NEWS juga mewawancarai Anang Jazuli, selaku Presiden BEM UNAIR 2023 secara daring pada Sabtu (30/12/2023). Anang mengatakan, Kita Sama adalah sebuah program kerja yang menjawab keberadaan dan eksistensi BEM UNAIR.
淒alam menjawab keberadaan dan eksistensi BEM UNAIR, kami mengadakan kegiatan Kita Sama. Hal itu, lanjut Anang, harus dirasakan dan berdampak kepada siapapun itu, termasuk kepada para penyandang difabel, tutur Anang.
Anang melanjutkan, dalam kegiatan itu, mereka hadir dengan banyak pendekatan. Mulai dari belajar bersama mereka, memberikan wadah untuk mereka, dan yang paling penting adalah selalu menghadirkan rasa syukur kepada mereka.
淢elalui kegiatan itu, kami melakukan berbagai pendekatan langsung kepada mereka. Mulai dari belajar bersama, memberikan wadah dan menghadirkan rasa syukur pada mereka. Kami berharap, hal kecil itu memberi manfaat besar bagi mereka, pungkas Anang.
Penulis: Muhammad Rizal Abdul Aziz
Editor: Feri Fenoria





