51动漫

51动漫 Official Website

Aktivitas Anti-Angiogenesis dan Prediksi Toksisitas Senyawa Turunan Asam m-metoksisinamat

Foto by iStock

Obat anti-angiogenesis merupakan salah satu mekanisme kemopreventif kanker yang diizinkan untuk berbagai jenis kanker. Namun demikian, bahaya resistensi primer dan sekunder terhadap obat mampu menghambat daya sembuh pada beberapa jenis tumor. Selain itu, peningkatan dalam penggunaan NSAIDs (Non Steroidal Anti Inflamation Drugs) yang aman dan efektif untuk menghambat angiogenesis sangatlah rumit, karena resiko toksisitasnya yang cukup serius. Jadi, diperlukan pengembangan strategi yang tepat secara klinis untuk meningkatkan kemanjuran obat anti-angiogenesis dengan resiko toksisitas yang rendah.

Asam m-metoksisinamat atau dalam nama IUPAC adalah asam (E)-3-(3-metoksifenil)-propenoat, dapat disebut dengan senyawa 3MPCA merupakan salah satu turunan dari asam sinamat dan berpotensi sebagai agen kemoprevensi kanker karena memiliki kesamaan gugus fungsi dengan asam ferulat yang telah dilaporkan sebelumnya memiliki aktivitas anti angiogenesis. Kedua senyawa tersebut memiliki satu perbedaan pada posisi para gugus fenil, dimana asam ferulat memiliki gugus hidroksil, tetapi senyawa 3MPCA tidak memiliki gugus tersebut. Pada penelitian sebelumnya, telah dilaporkan bahwa senyawa 3MPCA memiliki aktivitas analgesik anti-inflamasi dengan kemampuan menghambat COX-2 lebih kuat dari pada aspirin.

Senyawa 3MPCA ini diperoleh dari reaksi Knoevenagel antara 3-metoksibenzaldehid dan asam malonat dengan katalis morfolin, kemudian dilakukan iradiasi gelombang mikro pada 400 Watt. Produk dikarakterisasi dengan instrument spektroforometri-UV dan IR; HNMR, dan CNMR. Adapun uji aktivitas anti-angiogenesis dilakukan menggunakan membran chorioallantois (CAM) pada telur ayam berembrio berumur 9 hari yang diinduksi b-FGF. Potensi 3MPCA diverifikasi pada dosis 30 dan 60 ng dan dibandingkan dengan celecoxib 60 ng. Prediksi toksisitas 3MPCA dilakukan oleh program online ProTox II.

Potensi senyawa 3MPCA diuji secara in silico atau melalui perhitungan komputasional untuk memprediksi sifat farmakokinetik, toksisitas, dan aktivitas farmakologisnya. Teknik tersebut dikenal dengan istilah docking study. Uji in silico ini dianggap sangat penting karena dapat mengidentifikasi senyawa-senyawa yang berpotensi dalam pengembangan obat pada tahap awal, dengan demikian membuat penelitian lebih efisien dalam hal biaya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3MPCA dicapai dengan rendemen yang baik (89%) sedangkan dari hasil organoleptis menunjukkan bahwa senyawa berbentuk jarum, berwarna putih dan tidak berbau dengan titik leleh 118掳C. Sementara itu, data spektroskopi menunjukkan bahwa terdapat gugus fungsi karbonil dari asam karboksilat, gugus metoksi, alkena, cincin aromatis tersubstitusi posisi meta. Aktivitas anti-angiogenesis ditunjukkan dengan penurunan pertumbuhan sel endotel di kapiler neovaskular dari pembuluh darah baru membran chorioallantois pada telur ayam berembrio. Program online Protox II digunakan untuk prediksi toksisitas senyawa 3MPCA dan hasil prediksi kelas toksisitasnya adalah 4. Senyawa ini tidak menyebabkan karsinogenesis dan relatif aman tetapi harus berhati-hati dengan konsumsi oral.

Penulis: Juni Ekowati

Informasi lebih detail mengenai prosedur dan hasil dari penelitian ini dapat dilihat pada: Synthesis, anti-angiogenic activity and prediction toxicity of (E)-3-(3-methoxyphenyl) propenoic acid. Journal of Public Health in Africa, 14(s1).

Corresponding author: Juni Ekowati (email : juni-e@ff.unair.ac.id) dengan link sbb: https://doi.org/10.4081/jphia.2023.2534

AKSES CEPAT