Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang biasa dikenal dengan silent killer berdampak pada tingkat keparahan pasien COVID-19 di era pandemi. Trombosis atau penggumpalan darah membuat penumpukan plak di dinding arteri koroner jantung, yang menyebabkan penyakit jantung koroner. Obat yang beredar masih memberikan efek samping yang merugikan pasien dan harga relatif mahal. Oleh karena itu diperlukan alternatif pengobatan yang efektif dan aman untuk pasien.
Salah satu sumber senyawa aktif yang dapat dimanfaatkan adalah dari bahan alam atau hasil modifikasi strukturnya. Vanillin yang memiliki bau khas aromatik dan berasal dari tanaman Vanilla planifolia saat ini banyak digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Pemanfaatan vanilin dalam pengembangan obat masih belum banyak dilakukan
Kemoinformatika memainkan peran penting dalam pengembangan obat, antara lain karakterisasi sifat fisikokimia suatu senyawa, target protein tertentu pada pengobatan suatu penyakit, maupun prediksi profil farmakokinetik meliputi adsorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi suatu senyawa calon obat baru maupun toksisitasnya (ADMET) melalui uji in silico. Melalui pendekatan kemoinformatika ini dilakukan desain turunan vanilin yang mentarget protein yang berpengaruh pada pembentukan trombus, yaitu Cyclooxygenase 1 (COX-1).
Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi 17 senyawa analog vanillin yang didesain dengan pendekatan Topliss terhadap target reseptor COX-1 melalui uji in silico. Hasil menunjukkan senyawa 4-formil-2-metoksifenil benzoat memiliki energi ikat terendah yang artinya senyawa tersebut berpotensi baik dalam menghambat COX-1. Profil ADMET dan RO5 juga menunjukkan semua turunan vanilin mempunyai penyerapan usus yang baik, tidak bersifat hepatotoksik, dan efektif bila dikonsumsi secara oral. Sehingga dapat diprediksi bahwa semua turunan vanilin dapat berpotensi baik sebagai anti trombosis dibandingkan obat konvensional aspirin.
Penulis: Norhayati dan Juni Ekowati
Informasi lebih detail mengenai prosedur dan hasil dari penelitian ini dapat dilihat pada: Journal of Public Health in Africa 2023; volume 14(s1):2517.
Corresponding author: Juni Ekowati (email: juni-e@ff.unair.ac.id)
Dengan link sbb:





