Daun terap (Artocarpus odoratissimus Blanco) mengandung berbagai macam kandungan kimia, sehingga berpotensi sebagai sumber obat herbal, khususnya sebagai antigout.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik daun terap dan aktivitas antigout ekstrak etanol daun terap secara in vitro. Penentuan karakteristik daun meliputi analisis makroskopis dan mikroskopis, kadar ekstrak terlarut dalam air dan etanol, serta susut pengeringan. Aktivitas antigout ekstrak ditentukan melalui penghambatan enzim xantin oksidase secara in vitro.
Hail analisis karakteristik daun menunjukkan bahwa daun dewasa berukuran panjang sekitar 31,5 cm dan lebar 18 cm. Daun terap merupakan daun tunggal, elips, ujung daun tumpul, pangkal membulat, permukaan kasar, tepi bergelombang, urat menyirip, dan urat berwarna kuning. Analisis mikroskopis menunjukkan adanya stomata tipe anomositik, trikoma, rambut kelenjar, saluran resin, dan trakea. Daun terap memiliki kadar ekstrak yang larut dalam air sebesar 8,72%, kadar ekstrak yang larut dalam etanol sebesar 4,29%, dan susut pengeringan sebesar 11,38%. Hasil uji aktivitas antigout menunjukkan bahwa ekstrak etanol menghambat enzim xantin oksidase dengan IC50 sebesar 89,63 碌g/mL. Daun terap memiliki khasiat antigout, sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat herbal antigout yang bermutu.
Penulis : Nisa Naspiah, Retno Widyowati, Sukardiman
Link :
Baca juga: Keuntungan Pakan Daun Kelor untuk Beternak Kelinci Lokal





