51动漫

51动漫 Official Website

Aktivitas Antioksidan, Kadar Total Fenol, Flavonoid dan Mineral dalam Rhizoma Berbagai Tanaman Herbal Indonesia

Foto by Rumah com

Indonesia merupakan salah satu negara dengan megabiodiversitas terbesar di dunia. Diantara kekayaan alami yang dimiliki adalah tumbuhnya berbagai macam tanaman obat. Tanaman obat merupakan suatu alternatif yang sangat menjanjikan dalam dunia kesehatan. Tanaman obat dalam dunia kesehatan diperlukan baik dalam upaya preventif (pencegahan), promotif (meningkatkan derajat kesehatan), maupun kuratif (penyembuhan penyakit) karena diketahui memiliki khasiat yang sangat beragam yang disebabkan oleh berbagai kandungan kimia yang terkandung dalam tanaman obat tersebut. Tercatat sekitar 30.000 jenis tumbuhan obat dapat ditemukan di Indonesia. Dengan kekayaan flora tersebut, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan produk herbal yang kualitasnya setara dengan obat modern. Akan tetapi, sumber daya alam tersebut belum dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat, karena baru sekitar 1200 species tumbuhan obat yang telah dimanfaatkan dan diteliti sebagai obat tradisional.

Sepuluh jenis tanaman rempah yang digunakan dalam penelitian ini (Zingiber oficinale cv rubra, Zingiber officinale cv alba, Zingiber aromaticum, Curcuma xanthorrhiza, Curcuma heyneana, Curcuma aeruginosa, Curcuma zedoaria, Kaemferia galanga L., Alpinia galanga L. dan Boesenbergia rotunda) telah banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional maupun sebagai bumbu pada masakan Indonesia. Zingiber oficinale cv. rubra dan cv alba banyak digunakan sebagai obat herbal baik yang sudah terstandar maupun yang masih berupa jamu. Rimpang tanaman ini bermanfaat antara lain untuk mengobati sakit kepala, masuk angin, batuk, nyeri pinggang. Zingiber aromaticum dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk penyakit asma.  Curcuma xanthorrhiza banyak dimanfaatkan sebagai bahan anti bakteri, anti fungi, anti inflamasi dan antidiuretic. Curcuma heyneana digunakan dalam bentuk jamu dan bermanfaat untuk obat cacing. Belum banyak yang memanfaatkan Curcuma aeruginosa sebagai obat herbal walaupun beberapa penelitian menyebutkan khasiat rimpang tanaman ini sebagai antioksidan, meningkatkan nafsu makan, dan antibakteri. Rimpang Curcuma zedoaria diketahui bermanfaat antara lain untuk menurunkan kadar kolesterol, obat batuk, dan meningkatkan nafsu makan. Kaemferia galanga L banyak digunakan dalam bentuk jamu dan bermanfaat sebagai anti inflamasi dan anti analgetic.  Alpinia galanga L banyak dimanfaatkan sebagai bumbu, namun rimpang tanaman ini bermanfaat sebagai anti bakteri dan anti jamur. Boesenbergia rotunda belum banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal walaupun rimpang tanaman ini bermanfaat sebagai bahan anti bakteri.

Beberapa studi menyatakan bahwa tanaman rempah bersifat sebagai antioksidan karena banyak mengandung senyawa fenolic (Mao et al., 2019). Hasil uji gas chromatography mass spectroscopy (GCMS) menunjukkan tanaman rempah banyak mengandung monoterpenes dan sesquiterpenes, yang dapat berfungsi sebagai antimikroba (Akarchariya et al., 2017).  Studi yang lain juga menyebutkan bahwa terdapat perbedaan kandungan senyawa fenolik dan flavonoid serta aktivitas antioksidan tanaman Curcuma aeruginosa dari 20 daerah di Indonesia (Nurcholis et al., 2016) (Nurcholis et al., 2017). Senyawa aktif yang banyak terdapat dalam rimpang family Zingiberaceae adalah curcuminoid (Rahmat et al., 2021). Perbandingan hasil uji menggunakan proton nuclear magnetic resonance (1H-NMR) spectroscopy menunjukkan kandungan curcumin dan xanthorrhizol pada C. xanthorrhiza lebih besar dibandingkan C. aeroginosa dan C. longa (Wahyuni et al., 2019).

Produksi  obat herbal atau yang dikenal sebagai jamu dalam Bahasa Indonesia, telah berkembang pesat baik yang diproduksi secara massal oleh pabrik jamu atau yang diproduksi secara home industry. Jamu adalah bahan alam yang sediaannya masih berupa simplisia sederhana seperti irisan rimpang, akar, kulit, daun kering, atau bubuk. Khasiatnya baru terbukti secara empiris berdasarkan pengalaman turun-temurun. Produk-produk obat herbal yang beredar di pasar masih banyak yang tidak dilengkapi dengan khasiat dari tanaman yang digunakan dan tidak ada informasi kandungan senyawa bioaktif atau senyawa lainnya. Produk-produk herbal tersebut tidak memenuhi syarat sebagai obat herbal terstandar yang telah diteliti khasiat dan keamanannya melalui beberapa uji pra klinis, yaitu uji penerapan standar kandungan bahan, proses pembuatan ekstrak, uji higienitas, dan uji toksisitas.  Oleh karena itu tidak dapat diekspor ke luar negeri, sehingga tidak dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi dari obat herbal tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengetahui potensi berbagai rimpang tanaman rempah sebagai antioksidan beserta kadar total fenol, flavonoid dan mineral. Hingga saat ini belum ada laporan tentang korelasi antara kandungan mineral secara keseluruhan dengan kandungan total fenol, flavonoid dan aktivitas antioksidan. Selain itu hasil studi ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai aktivitas antioksidan tertinggi di antara sepuluh jenis rempah Indonesia dan hubungan antara aktivitas antioksidan dengan kandungan total fenolik, flavonoid dan mineral.

Sampel dengan kandungan fenolik total tertinggi adalah Zingiber officinale cv alba, namun aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan oleh Curcume heyneana yang memiliki kandungan fenolik total di bawah Zingiber officinale cv alba. Hal ini menunjukkan bahwa tidak selalu sampel dengan kandungan fenolik yang tertinggi akan memberikan aktivitas antioksidan yang juga tertinggi, meskipun untuk dapat memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi diperlukan kandungan fenolik yang tinggi. Hal ini didukung oleh data Kaempferia galanga L. yang memiliki kandungan fenolik total terendah, sekaligus memiliki aktivitas aktioksidan yang paling kecil. Kandungan mineral tidak berhubungan dengan kapasitas antioksidan. Sampel dengan variasi mineral yang tertinggi adalah tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan paling kecil dan sekaligus kandungan fenolik total terkecil, yaitu Kaempferia galanga L. Selanjutnya melakukan pendataan tentang berbagai kandungan senyawa yang telah dilaporkan beserta aktivitasnya dari masing-masing sampel akan menghasilkan laporan yang semakin lengkap tentang sepuluh tanaman obat paling digunakan di Indonesia ini.

Penulis: Yosephine Sri Wulan Manuhara, Sugiharto, Alfinda Novi Kristanti, Nanik Siti Aminah, Anjar Tri Wibowo, Andika Pramudya, Yohanes Kartjito Putro, Djarot Sugiarso

Link Jurnal:

AKSES CEPAT