Virus Hepatitis C (VHC) merupakan penyebab utama infeksi hati yang masih menjadi masalah kesehatan yang serius di dunia. Diperkirakan terdapat 58 juta infeksi VHC kronis di dunia dengan 400.000 kematian setiap tahun. Delapan puluh persen infeksi pasien VHC akan berkembang menjadi infeksi kronis dengan kemungkinan sebesar 20 persen akan berlanjut menjadi sirosis. Sirosis atau kanker hati akan lebih parah pada pasien dengan konsumsi alkohol yang tinggi sehingga setiap orang akan berbeda beda progress penyembuhannya.
Meskipun pengobatan denganDAAs (Direct-acting Antivirals) telah mencapai keberhasilanlebih dari 95%, namun tantangan seperti resistensi, biaya tinggi, dan keterbatasan akses masih menghambat eliminasi VHC. Selain itu, VHC diketahui merupakan virus RNA yang mudah bermutasi karena kurangnya kemampuan memperbaiki kesalahan yang terjadi selama proses replikasi atau transkripsi materi genetik. [a1] Oleh karena itu karakteristik dari VHC juga menjadi tantangan dalam mengatasi masalah VHC, termasuk pentingnya pencarian senyawa antivirus baru
Tanaman obat merupakan sumber dari berbagai macam senyawa yang potensial untuk mengobati berbagai penyakit termasuk penyakit infeksi. Sejak bertahun-tahun sebelumnya tanaman obat dikenal untuk pengobatan turun temurun yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Tanaman genus Artocarpus telah dilaporkan memiliki berbagai aktivitas biologis, termasuk potensi antiviral sebagai anti-VHC.
Pada penelitian kami, dilakukan screening anti-VHC[a2] terhadap 54 ekstrak dari sepuluh spesies Artocarpus. Pengujian anti-VHC dilakukan menggunakan sel Huh7it-1 yang diinfeksi virus VHC strain JFH1a dengan moi 0.1, yang juga secara simultan dilakukan pengujian MTT assay untuk mengukur viabilitas sel. Diperoleh hasil dari 54 ekstrak yang diuji terdapat 15 ekstrak yang menunjukkan aktivitas anti-VHC, dan enam di antaranya memiliki Indeks Selektivitas (SI) lebih dari >10. Hal ini merupakan indikator yang menunjukkan keamanan dan efektivitas yang baik. Salah satu ekstrak yaitu ekstrak metanol dari daun [a3] Artocarpus sericicarpus, diketahui memiliki nilai SI 85,30 dengan IC50 5,1卤0.1 碌g/mL dan CC50 435.5卤9.0 碌g/mL.
Selanjutnya, uji aktivitas anti-VHC dari Artoserichalcone A, B, dan C yang telah diisolasi dari A. sericicarpus menunjukkan penurunan infeksi VHC pada konsentrasi tunggal 10 碌g/mL masing-masing sebesar 87,67卤3,88%; 70,55卤4,84%; dan 81,51卤0,97% dibandingkn kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa Artocarpus sericicarpus merupakan sumber agen terapi antiviral alami yang menjanjikan untuk melawan VHC, dan senyawa Artoserichalcone A, B, serta C mampu menghambat infeksi VHC > 70 persen pada konsentrasi 10 碌g/mL. Studi in silico kami juga menunjukkan bahwa Artoserichalcone A-C [a4] menunjukkan interaksi ikatan yang kuat dengan NS3 protein dari VHC dengan nilai binding Artoserichalcone A paling tinggi sebesar -7.92卤0.12 (Kcal/mol).
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya potensi genus Artocarpus sebagai sumber agen terapeutik antivirus alami untuk melawan VHC. Indeks selektivitas tertinggi untuk aktivitas anti-VHC, yaitu 85.30, ditemukan pada ekstrak metanol daun A. sericicarpus dengan Artosericalcone A yang telah diisolasi dari A. sericicarpus yang menunjukkan interaksi ikatan yang dalam dengan NS3 dari VHC.
Penelitian ini merupakan hasil penelitian dari laboratorium NPMRD (Natural Product Medicine Resrach and Development), Institute of Tropical Disease, 51动漫. Penelitian lanjutan mengenai mekanisme aksi in vivo, farmakokinetika, dan toksikologi kronis masih diperlukan untuk mengembangkan senyawa ini sebagai kandidat obat anti-VHC.
Penulis: Prof. Dr. Aty Widyawaruyanti, M.Si., Apt.
NIP. 196204261990022001
HP. 08113404171
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Adita A. Permanasari, Himatul Aliyah, Hilkatul Ilmi, Achmad F. Hafid, Tutik S. Wahyuni, Suciati, Firman Wicaksana, Lidya Tumewu, Aty Widyawaruyanti. Antiviral Activity of the Artocarpus Genus Extracts and Isolated Compounds Artoserichalcone A, B, and C against Hepatitis C: In vitro and in Silico Model. Research Journal of Pharmacy and Technology. 2025;18(9):4401-8. doi: 10.52711/0974-360X.2025.00631





