Demam berdarah adalah masalah utama global akibat infeksi arbovirus di daerah tropis dan subtropis, ditularkan oleh nyamuk Aedes albopictus dan Aedes aegypti. Manusia dapat tertular melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Virus demam berdarah (DENV) mempunyai beberapa serotipe yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, DENV-4, dan baru-baru ini ditemukan DENV-5. Setiap serotipe DENV dapat menyebabkan demam akut dengan beberapa klinis yang berbeda gejalanya, mulai dari demam berdarah (DF) hingga demam berdarah dengue (DBD) atau syok dengue sindrom (DSS). Penyakit ini endemik di lebih dari 100 negara, termasuk Asia menyumbang sekitar 70% beban penyakit global. Ada 390 juta infeksi DENV per tahun, mengakibatkan hingga 36.000 kematian.
Belum tersedia obat paten, obat fitofarmaka, juga obat herbal terstandar secara resmi untuk melawan aktivitas replikasi DENV. Buah jujube merah kering, atau jujube Cina (Ziziphus jujuba), memiliki beberapa metabolit aktif sekunder, seperti flavonoid, fenolik, triterpenoid, dan karotenoid. Ekstrak buah ini telah terbukti memiliki efek antivirus terhadap virus influenza, efek anti-inflamasi, dan sumber antioksidan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak buah ini menunjukkan nilai penghambatan pada konsentrasi 166,18 碌g/ml dengan nilai LD50 sebesar 707,95 mg/kg.
Jujube merupakan buah yang banyak ditemukan dan dikonsumsi dalam bentuk segar dan kering. Proses pengeringan mempengaruhi struktur, tekstur, warna, komponen kimia, dan aroma suatu produk. Produk kering juga memiliki kadar yang lebih rendah nilai gizi dibandingkan yang segar karena beberapa komponen hilang selama pengeringan. Prosesnya yang terjadi antara lain degradasi protein, reaksi Maillard, karamelisasi, oksidasi lipid, dan degradasi larut air dan vitamin yang larut dalam lemak. Perubahan pada komponen tersebut adalah dipengaruhi oleh suhu, metode, dan durasi pengeringan. Penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa buah jujube merah kering mengalami penurunan kadar vitamin, komponen fenolik total, komponen flavonoid total, dan aktivitas antioksidan. Meskipun terdapat perubahan komponen yang signifikan, buah kering ini telah terbukti memiliki beberapa manfaat kesehatan.
Penulis: Teguh Hari Sucipto, Niluh Suwasanti, Cecilia Putri Tedyanto, dkk.
Judul Artikel: In Vitro Antiviral Activity of Dried Red Jujube Fruit (Ziziphus jujuba) Ethanol Extract against DENV-2
Informasi detail tentang artikel ilmiah ini dapat dilihat di: https://phcogj.com/article/2381





