51动漫

51动漫 Official Website

Apakah Narsisme Kolektif Agentik dan Narsisme Kolektif Komunal Memprediksi Keyakinan dan Perilaku Terkait Pandemi COVID-19

Ilustrasi virus Covid-19. (Sumber: Kompaspedia)

Saat ini, narsisme kolektif secara formal memiliki dua bentuk yaitu narsisme kolektif agentik dan narsisme kolektif komunal. Fokus utama narsisme kolektif agentik adalah pada kompetensi, kekuatan, dan keberhasilan kelompok. Sementara narsisme kolektif komunal lebih kepada moralitas dan kebaikan kelompok. Manifestasi dari narsisme kolektif agentif adalah pada perwujudan motif peningkatan dan perlindungan in-group yang menunjukkan perilaku melebih-lebihkan posisi negara sendiri dalam pertumbuhan ekonomi serta menunjukkan reaktivitas yang lebih kuat ketika agensi in-group terancam. Sehubungan dengan motif peningkatan dan perlindangan in-group, Narsisme kolektif komunal akan menunjukkan penilaian yang berlebihan terhadap posisi negara sendiri dalam sumbangan amal dan reaktivitas yang lebih kuat ketika in-group terancam oleh komentar ofensif dari anggota outgroup. 

Riset ini akan mengeksplorasi kekuatan prediktif dari narsisme kolektif yang bersifat agentik dan komunal dalam memprediksi kepercayaan terhadap konspirasi Covid-19, keyakinan kesehatan yang salah terkait Covid-19, serta perilaku pencegahan, hoarding, dan perilaku menolong. 

惭别迟辞诲别听

Total jumlah sampel pada penelitian ini adalah 15.093 partisipan yang berusia di atas 18 tahun dari 61 negara. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 24 April hingga 20 November 2020 di 61 negara. Dataset dari riset ini telah diregistrasi di OSF.IO dan menjadi proyek internasional berjudul 淐OVID-19, personality and quality of life: Self-enhancement in the time of pandemic. Dataset riset dan segala suplemen terkait riset ini dapat diakses di https://osf.io/ m9atn/?view_only=8363457afcfe40fe93d6df2f5c2711b6 . Mayoritas partisipan adalah perempuan (65,66 persen) dan sisanya adalah laki-laki. 

Untuk mengukur narsisme kolektif yang bersifat agentik kami menggunakan skala narsisme kolektif (Golec de Zavala et al., 2009), sementara untuk mengukur narsisme kolektif yang bersifat komunal kami menggunakan instrument Communal Collective Narcissism Inventory (Zemojtel-Piotrowska, Piotrowski, Sedikides, et al., 2021). Ketakutan terhadap Covid-19 juga diukur dengan skala likert. Selain itu, untuk mengukur keyakinan tidak berdasar dalam bentuk konspirasi dan kesehatan digunakan skala mispersepsi akan COVID-19. Lain hal, untuk mengukur respon perilaku pada saat pandemi pada partisipan, kami menggunakan  instrumen perilaku selama pandemic yang terdiri dari 3 dimensi, yaitu perilaku pencegahan, hoarding, dan perilaku prososial. 

Hasil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang cenderung memiliki derajat narsisme kolektif yang tinggi baik secara agentik dan komunal menunjukkan kepercayaan konspirasi Covid-19 tidak berdasar yang lebih tinggi; serta menunjukkan kepercayaan kesehatan yang salah terkait Covid-19. Namun demikian, narsisme kolektif juga memprediksi kemungkinan individu untuk memberlakukan perilaku pencegahan, perilaku menimbun (hoarding), serta perilaku prososial. 

Efek moderasi tingkat negara untuk narsisme kolektif agentik dan komunal memiliki tingkat prediksi yang berbeda-beda terhadap variabel outcome (baik itu kepercayaan tidak berdasar akan Covid-19 dan juga perilaku terkait Covid-19). Selain itu, ditemukan pula bahwa tingkat ketakutan terhadap Covid-19 di suatu negara dapat mengubah bentuk hubungan prediktif antara tingkat narsisme kolektif dan prososialitas sehingga kemiringan (slope) hubungan tersebut semakin curam seiring dengan meningkatnya tingkat narsisme kolektif. 

Penulis: Dr. Rahkman Ardi 

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: 

AKSES CEPAT