UNAIR NEWS – Industri kreatif merupakan sektor ekonomi yang menggunakan kreativitas dalam menciptakan nilai tambah ekonomi pada suatu produk. Pariwisata adalah salah satu bidang yang memanfaatkan industri kreatif untuk berkembang. Jika suatu pariwisata tumbuh dalam industri kreatif yang berkualitas, hal ini akan berpotensi pada pertumbuhan ekonomi yang besar bagi stakeholder yang terlibat.
Oleh karena itu, mengembangkan industri kreatif dalam pariwisata merupakan hal yang krusial. Dwi Ariady Kusuma SIP MPSDM, merupakan salah satu sosok yang berpengalaman dalam hal tersebut. Lulusan sarjana dan magister dari itu berkesempatan untuk menyampaikan pengetahuan dan pengalamannya lewat kuliah tamu yang digelar oleh Sekolah Pascasarjana UNAIR.
Kuliah tamu itu berlangsung pada Selasa (28/05/2024) di Aula Cendrawasih, Gedung Eks Farmasi, Kampus Dharmawangsa. Selama kurang lebih dua jam, Dwi membahas mengenai pembangunan industri kreatif melalui pembangunan desa wisata berbasis sustainable tourism. 淪umber daya mineral bisa saja habis, tapi industri kreatif akan terus melahirkan inovasi, kata Dwi.
Industri Kreatif dalam Desa Wisata Tidak dapat Dipandang Sebelah Mata
Ia mengatakan, tren gelombang ekonomi dunia telah mengalami perubahan dari masa ke masa. Mulai dari era pertanian, industri, informasi, hingga kini berada di era konsep dan kreatif. Dari perubahan ini, muncul konsep mengenai industri kreatif dan diikuti lahirnya desa wisata.
Desa wisata merupakan kawasan yang memiliki potensi daya tarik yang khas. 淪aat pandemi seluruh ekonomi desa turun. Namun, desa wisata dapat bangkit lebih cepat dari keterpurukan pandemi. Ini karena desa wisata memiliki potensi daya tarik wisata, SDM lokal yang berkualitas, dan pengembangan pasar wisata yang kuat, jelas Dwi.
Di Indonesia, pertumbuhan desa wisata berkembang pesat. Pada 2021 terdapat 1.831 desa wisata, sedangkan pada 2023 terdapat 4.674 desa wisata. Hal ini merupakan kabar baik, sebab desa wisata dapat menjadi alternatif pembangunan industri kreatif yang masif. Nilai-nilai otentik dari desa wisata dapat menarik wisatawan, sehingga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Pengembangan Desa Wisata yang Berkelanjutan
淎da 3 aspek yang harus diperhatikan dalam pengembangan desa wisata berbasis sustainable tourism, yaitu atraksi, akses, dan amenitas, jelasnya. Sebuah desa wisata harus memiliki aktivitas yang unik dan berbeda, sarana dan prasarana wisata yang memadai, serta fasilitas umum yang baik. Tiga aspek ini harus dipenuhi untuk mengembangkan desa wisata yang mampu menggaet wisatawan dalam jangka waktu panjang.
Selain itu, dalam pengembangannya, sebuah desa wisata juga memerlukan usaha promosi yang baik. Dalam hal ini, ia mengungkapkan tiga hal penting yang harus dilakukan. Antara lain, branding, selling, dan advertising. Ketiganya harus dioptimalkan untuk mengenalkan desa wisata ke khalayak luas.
Penulis: Afifah Alfina
Editor: Khefti Al Mawalia





