Angka kematian ibu merupakan indikator kualitas pelayanan kesehatan suatu negara dan merupakan salah satu indikator untuk melihat hasil program kesehatan masyarakat. Kematian ibu di Indonesia masih tinggi, dan salah satu masalah terbesar adalah komplikasi kebidanan. Ada kemungkinan, ibu yang mengalami komplikasi obstetri dapat bertahan dan selamat/ sembuh atau mati karena komplikasi kehamilan/persalinan yang berat.
Root Cause Analysis (RCA) adalah sebuah metode analisis terstruktur yang mengidentifikasi akar penyebab suatu peristiwa. Di Jawa Timur , ada 520 kematian ibu dari 566.300 kelahiran hidup pada tahun 2019. Sementara itu, jumlah kematian ibu di RSUD dr. Soetomo Surabaya di tahun 2019 sebanyak 87 kasus. Penyebab terbesar kematian ibu di RSUD Dr Soeotomo adalah kejadian Preeklamsia/eklampsia yaitu sebesar 35,6% dari kasus kematian ibu.
Dari hasil penelitian, kontributor paling berpengaruh terhadap kematian ibu adalah faktor hambatan keluarga, yaitu memberikan kontribusi 59,7% dari kasus kematian, antara lain
- Pasien dan keluarga masih belum sepenuhnya memahami bahwa ada kehamilan yang memiliki risiko tinggi
- Hambatan untuk mendapatkan pengobatan yang memadai di pelayanan kesehatan, baik karena pasien ataupun keluarganya yang tidak memahami tentang kegawatdaruratan pasien sehingga tidak melakukan pemeriksaan antenatal secara dini..
Untuk itu, penting kiranya diperhatikan permasalahan pendidikan di negara kita, karena ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu terkait dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman. Perlunya edukasi kepada ibu hamil dan keluarga tentang tanda bahaya selama kehamilan yang harus diketahui.
Penulis: Dimas Ryan Desetyaputra, Budi Prasetyo, Hanifa Erlin Damayanti
Dept-KSM Obsgin FK 51¶¯Âþ “ RSUD Dr Soetomo
Link:





