51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Analisa Google Trends: Tren Gejala dan Tantangan Layanan Dokter Gigi di Indonesia pada saat pandemi COVID-19 varian delta

Penyakit virus corona 2019 (COVID-19) pertama kali ditemukan di Tiongkok, merupakan virus yang telah menginfeksi banyak orang dan menyebabkan banyak kematian di seluruh dunia. Berbeda dengan sindrom pernapasan akut parah (SARS) masa inkubasi COVID-19 lebih lama (4“12 hari) dibandingkan SARS (2“7 hari). Selain itu, virus yang menyebabkan pandemi ini memiliki kecepatan penularan yang cepat dan memerlukan pendekatan pengobatan khusus. Orang yang menderita COVID-19 dapat menunjukkan beberapa gejala seperti demam, sakit kepala, dan batuk kering. Menentukan penanganan gejala yang terbaik merupakan suatu hal penting secara klinis.

Pada fase awal pandemi COVID-19, para profesional kesehatan gigi termasuk dokter gigi, asisten dokter gigi, ahli kesehatan gigi, dan perawat sadar akan risiko paparan yang signifikan. Telah tercatat bahwa dokter gigi mempunyai risiko besar terhadap paparan penyakit tersebut. Tertularnya COVID-19 dari pasien dapat disebarkan melalui droplet, alat gigi yang menghasilkan aerosol, dan berdekatan secara fisik dengan pasien. Banyak klinik gigi yang belum memproteksi secara ketat penyebaran SARS-CoV-2 sebagai ancaman yang signifikan bagi pasien atau diri mereka sendiri. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 tidak hanya terdapat dalam air liur tetapi juga di kelenjar ludah, karena pada epitel kelenjar ludah dan lidah banyak ditemukan reseptor angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) sebagai tempat ikatan SARS-CoV-2.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan masyarakat untuk mengenakan masker ketika berada di fasilitas kesehatan gigi dan melepasnya hanya ketika menerima perawatan. Meskipun demikian, disarankan agar pasien menjaga jarak satu sama lain untuk mengurangi risiko penyebaran virus di antara individu yang berpotensi tanpa gejala.

Pengintegrasian teknologi informasi, telemedis atau telehealth dapat menyediakan layanan medis online kepada pasien yang tersebar di berbagai lokasi. Para ahli kedokteran gigi menyarankan bahwa teledentistry dapat mengurangi interaksi pasien sebelum menerima layanan tindakan medis. Dokter gigi yang peduli terhadap pasien yang menderita COVID-19, dapat merasakan manfaat dari layanan skrining jarak jauh. Pemanfaat lain dari teledentistry mempunyai peran penting dalam praktik kedokteran gigi meliputi telekonsultasi, telediagnosis, teletriage, dan telemonitoring.

Pencarian informasi melalui internet telah menjadi sumber utama, termasuk istilah medis dan kedokteran gigi. Dalam beberapa tahun terakhir, internet telah menjadikan dirinya sebagai sumber informasi utama. Melalui pencarian internet berdasarkan kata kunci, masyarakat akan mempunyai akses cepat ke sejumlah besar informasi. Diperkirakan sekitar 80% pengguna internet telah menggunakan pencarian informasi kesehatan melalui platform online. Big data seperti google trends (GT) telah menjadi sumber data utama yang paling potensial untuk penelitian medis dan kedokteran gigi yang perlu dianalisis dan diinterpretasikan dengan benar. Layanan GT menilai popularitas pencarian di internet pertanyaan dan dapat digunakan sebagai alat pemantauan dalam berbagai bahasa dan lokasi di

seluruh dunia. Namun, belum ada penelitian yang terkait pencarian tren gejala dan tantangan dalam praktik kedokteran gigi khususnya selama pandemi COVID-19 varian delta di populasi Indonesia.

Menyediakan data tren menggunakan GT dapat memberikan informasi penting dan terkini bagi praktisi klinis dan pembuat kebijakan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tren gejala dan tantangan dalam praktik kedokteran gigi selama pandemi COVID-19varian delta di Indonesia menggunakan analisis GT.

Metode

Data kasus COVID-19 yang terkonfirmasi diambil dari https://github.com/owid/covid-19-data/tree/master/public/data/ dikelola oleh Our World in Data. Kasus yang dikumpulkan pada periode 1 April 2021-30 September 2021, periode tersebut merupakan terjadinya varian delta di Indonesia. Google tersedia di https://trends.google.com.tw/trends/?geo=TW. Google Trends digunakan untuk menemukan relative search volume (RSV) di Indonesia yang mencakup rentang waktu wabah pandemi COVID-19 pertama di Indonesia pada tanggal 1 Maret 2020 hingga 13 Februari 2022. Periode pencarian digunakan untuk menggambarkan related topics and queries terhadap œcoronavirus dan œ gejala dan kata kunci terkait tantangan praktik gigi. RSV berkisar antara 0-100, dengan 100 adalah aktivitas istilah relative search tertinggi untuk menentukan kata kunci pencarian dalam periode jangka waktu yang diharapkan.

Simpulan

Kami mengakui beberapa keterbatasan dalam penelitian ini. Pertama, jangka waktu tersebut hanya terfokus pada waktu tertentu yaitu April 2021 hingga September 2021. Penerapan temuan dalam jangka waktu lain selama pandemi dikesampingkan. Namun rentang waktu tersebut merupakan waktu yang penting untuk melihat parahnya gejala dan angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia. Kedua, istilah pencarian terkait bahasa digunakan dalam bahasa nasional yang disebut Bahasa. Karena Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah, istilah-istilah tersebut mungkin tidak digunakan dalam penelitian ini. Namun, karena Bahasa Indonesia menjadi satu-satunya bahasa nasional dan sebagian besar dianggap sebagai bahasa pertama yang menyebarkan informasi di internet, penelitian ini masih perlu dilakukan secara mendalam. Terakhir, GT tidak mengukur gejala secara langsung namun menggunakan istilah pencarian tren. Ciri-ciri gejala sebenarnya perlu divalidasi lebih lanjut.

Penggunaan GT mungkin berguna untuk mengamati tren gejala saat ini serta kecenderungan tantangannya sebagai alat surveilans terhadap pandemi yang sedang berlangsung seperti COVID-19, khususnya di negara-negara yang terdiri dari banyak pulau dan didukung dengan akses internet yang memadai. GT harus dipertimbangkan dan digunakan karena memiliki potensi untuk menjadi alat epidemiologi digital yang dapat memberikan lebih banyak wawasan mengenai dinamika penyakit. Perbaikan di masa depan dapat dilakukan, seperti menggabungkan tipe data digital lainnya seperti Twitter dan Facebook, dalam upaya meningkatkan kapasitas model untuk prediksi.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Hasan F, Mayasari NR, Salamanca E, Dorj O, Satria RD, Latief K, Sujarwadi M, Budi HS. Symptoms trend and challenges in dental practice during delta variance COVID-19 pandemic in Indonesia: Google Trends Analysis. F1000Research. 2023;12.

AKSES CEPAT