Kehamilan adalah proses alami dan perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan normal dapat menyebabkan komplikasi. Perawatan antenatal (ANC) membantu ibu mempersiapkan persalinan dan memahami tanda-tanda peringatan selama kehamilan dan persalinan. Penggunaan ANC di negara berkembang semakin meningkat, namun masih terdapat disparitas karena faktor geografis, demografis, sosial ekonomi dan budaya. Faktor penghambat dalam penggunaan ANC adalah kemiskinan, jarak ke fasilitas, kurangnya informasi, layanan yang tidak memadai dan berkualitas rendah, dan kepercayaan budaya. Pelaksanaan ANC dilatarbelakangi oleh berbagai faktor6 dan perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji faktor-faktor yang relevan. Kajian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu hamil terhadap ANC di negara berkembang tidak mencakup faktor niat.
Teori Perilaku Kesehatan Snehandu B. Karr mengidentifikasi determinan perilaku kesehatan yaitu adanya niat seseorang untuk bertindak dalam kaitannya dengan stimulus di luar dirinya (behaviour intention), dukungan sosial, aksesibilitas informasi, Angka Kematian Ibu (AKI) 2017 di negara berpenghasilan rendah (LICs) adalah 462 per 100.000 kelahiran hidup. AKI di Indonesia tahun 2015 sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup dan Bank Dunia melaporkan AKI tahun 2017 sebesar 177 per 100.000 kelahiran hidup. Target penurunan AKI secara global pada tahun 2030 adalah ANC yang diberikan oleh tenaga kesehatan terampil dapat menurunkan kematian ibu dan bayi selama kehamilan dan persalinan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan minimal kunjungan ANC untuk ibu hamil. ANC harus dilaksanakan secara rutin, sesuai standar, dan terpadu untuk mempersiapkan persalinan yang bersih, aman, dan sehat. Tinjauan sistematis saat ini direncanakan untuk menjelaskan faktor-faktor yang terkait dengan implementasi ANV di negara berkembang.
Penulis: Dr. Esti Yunitasari, S.Kp., M.Kes
Jurnal:





