51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Analisis Faktor Risiko Obesitas pada Wanita di Afrika Selatan

Ilustrasi oleh Halodoc
Ilustrasi Obesitas (sumber: Halodoc)

Overweight dan obesitas dapat diartikan sebagai akumulasi lemak yang tidak normal yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dalam semua kelompok usia selama beberapa tahun terakhir. Secara global, lebih dari 20% wanita usia reproduksi diperkirakan mengalami obesitas. Perubahan usia dapat memengaruhi tingkat hormon baik pada pria maupun wanita, yang berhubungan dengan perubahan dalam distribusi lemak tubuh.

Selain itu, sebuah studi yang dilakukan pada kelompok usia dewasa di Indonesia melaporkan perbedaan signifikan antara aktivitas fisik dan usia pada kelompok yang obes dan tidak obes. Hal ini menunjukkan bahwa usia memengaruhi aktivitas fisik pada orang dewasa dan geriatrik.

Faktor-faktor lain seperti konsumsi alkohol, konsumsi rokok, etnis, dan daerah tempat tinggal juga berkontribusi terhadap kejadian obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara usia, konsumsi alkohol, konsumsi rokok, status pekerjaan, status ekonomi, etnis, dan daerah tempat tinggal dengan kejadian obesitas pada wanita berusia 15“49 tahun di Afrika Selatan serta untuk menentukan faktor-faktor yang paling mempengaruhi obesitas menggunakan data sekunder oleh Program DHS tahun 2016

Rata-rata BMI (Body Mass Index) pada wanita dewasa di Afrika Selatan terus mengalami kenaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan usia, konsumsi alkohol, konsumsi rokok, status pekerjaan, status ekonomi, etnik dan wilayah tempat tinggal dengan kejadian obesitas pada wanita usia 15 “ 49 tahun di Afrika Selatan dan menentukan faktor yang paling berpengaruh pada obesitas.

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder The DHS Program 2016. Responden dalam penelitian ini adalah wanita usia 15 – 49 tahun di Afrika Selatan sebanyak 1158 orang. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah status gizi obesitas yang diklasifikasikan menjadi obesitas apabila BMI ≥ 25 kg/m2. Sedangkan variabel bebasnya adalah usia, konsumsi alkohol, konsumsi rokok, status pekerjaan, status ekonomi, etnik, dan wilayah tempat tinggal. Data dianalisis dengan chi-square dan regresi logistik.

Responden dari penelitian ini berjumlah 1.158 responden. Data menunjukkan bahwa 719 (62,1%) wanita berusia 15“49 tahun mengalami obesitas, dan 439 (37,9%) tidak mengalami obesitas. Dari analisis statistik yang dilakukan pada penelitian ini, ditemukan terdapat hubungan yang signifikan antara usia responden, status pekerjaan, status ekonomi, dengan obesitas pada wanita berusia 15-49 tahun di Afrika Selatan pada tahun 2016. Hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan obesitas adalah usia, status pekerjaan dan status ekonomi (p-value < 0,05).

Faktor yang paling berpengaruh adalah usia dewasa dengan rentang 25 – 49 tahun. Sementara itu pada konsumsi alkohol, riwayat merokok, etnik dan area tempat tinggal tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap kejadian obesitas pada wanita obesitas usia 15-49 tahun di Afrika Selatan pada tahun 2016.

Ada beberapa alasan untuk perkembangan obesitas pada orang dewasa. Pilihan makanan yang tinggi lemak, gula, atau garam dan memiliki sedikit gizi serta tinggi energi dapat menjadi faktor risiko untuk obesitas. Orang dewasa memiliki lebih banyak kesempatan untuk memilih makanan yang mereka konsumsi. Faktor-faktor kesehatan, rasa, harga, dan waktu perjalanan ke toko makanan merupakan pertimbangan dalam memilih makanan.

Perubahan gaya hidup yang menyebabkan tidak aktifnya juga berkontribusi pada obesitas pada orang dewasa. Lingkungan yang tidak sehat adalah ancaman yang dapat menyebabkan penyakit serta berkontribusi pada kejadian obesitas di kalangan orang dewasa. Lingkungan modern membuat sulit bagi orang untuk cukup aktif dalam memilih makanan yang sehat. Seiring berjalannya waktu, gaya hidup, teknologi, dan pilihan hiburan semakin menyebabkan aktivitas yang kurang aktif baik di negara-negara maju maupun berkembang.

Oleh karena itu perlu adanya perubahan perilaku pada wanita dewasa 25 – 49 tahun di Afrika Selatan dan pengawasan serta evaluasi secara nasional pada program-program multisektoral untuk pencegahan obesitas di Afrika Selatan

Penulis: Prof. Trias Mahmudiono, SKM., MPH., GCAS., Ph.D

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di: Sinatrya, A. K., Mahmudiono, T., & Melaniani, S. (2023). ANALYSIS OF RISK FACTORS FOR OBESITY IN WOMEN AGED 15-49 YEARS IN SOUTH AFRICA (THE DHS PROGRAM 2016). Jurnal Biometrika Dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population), 12(2), 124“133.

AKSES CEPAT