51动漫

51动漫 Official Website

Optimalisasi Nilai SNR dan Waktu Pemindaian MRI Citra Lumbal

MRI Scanner Cutaway (foto: istimewa)

Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan teknologi pencitraan yang tidak menggunakan radiasi pengion [10]. Selain itu, MRI juga termasuk teknik pengukuran yang digunakan untuk memeriksa atom dan molekul [12]. Sekitar 10.000 mesin MRI ada di dunia pada tahun 2003, dan sekitar 75 juta pemindaian MRI dilakukan setiap tahunnya [1].

Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah teknik pencitraan yang tidak menggunakan radiasi pengion [10]. Selain itu, MRI juga mencakup teknik pengukuran yang digunakan untuk memeriksa atom dan molekul [12]. Sekitar 10.000 mesin MRI ada di dunia pada tahun 2003, dan sekitar 75 juta pemindaian MRI dilakukan setiap tahunnya [13]. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan citra lumbal pada pasien menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) dengan pulsa sekuen T2 Fast Spin Echo (FSE) di Brain Clinic Surabaya. 

Selain itu, dilakukan juga variasi parameter NSA dan ETL sebelum dilakukan pemindaian. Kemudian, dari proses pemindaian menggunakan MRI, diperoleh citra lumbal. Kemudian, citra tersebut disegmentasi dengan metode ROI (Region of Interest) menggunakan Radiant DICOM Viewer Software. Citra yang disegmentasi pertama adalah jaringan corpus, discus invertebrata, medula spinalis, dan Cerebrospinal Fluid (CFU) dengan tiga loop.

Selanjutnya, citra tersegmentasi kedua adalah bagian luar jaringan tepatnya pada noise latar belakang citra dengan loop yang sama. Kemudian, nilai rata-rata sinyal didapatkan dari proses sementasi citra yang dilakukan. Kemudian, nilai SNR didapatkan dari perhitungan menggunakan persamaan 1 berdasarkan nilai rata-rata sinyal. Selain itu, nilai scanning time juga didapatkan dari perhitungan menggunakan persamaan 2 berdasarkan nilai parameter yang digunakan. Setelah itu dilanjutkan dengan uji statistik dengan menggunakan metode Uji Statistik Two-Way Anova dan Paired T-Test dengan menggunakan SPSS.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi nilai NSA dan ETL tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai SNR. Hal ini disebabkan oleh terjadinya artefak gerak saat pemindaian. Namun, variasi nilai NSA dan ETL ternyata berpengaruh signifikan terhadap waktu pemindaian. Pengaturan waktu pemindaian ini sangat penting untuk mengontrol kualitas gambar MRI. Ini karena semakin lama waktu pemindaian, semakin besar kesempatan pasien untuk bergerak.

Kemudian, dapat dilihat juga bahwa kombinasi NSA dan ETL yang optimal untuk mendapatkan SNR yang baik dengan optimal dengan waktu pemindaian yang optimal adalah kombinasi NSA 2 ETL 32. Kombinasi ini dianggap optimal karena berdasarkan penelitian ini nilai SNR yang didapatkan dalam waktu yang lebih singkat berbeda secara signifikan. Tidak terlalu jauh dengan variasi lain yang membutuhkan waktu lebih lama dan dengan waktu yang lebih singkat akan mengurangi resiko perpindahan pasien yang mengakibatkan kualitas gambar menjadi buruk.

Penulis : Suryani Dyah Astuti, Dezy Zahrotul Istiqomah Nurdin, Akhmad Muzamil, Suhariningsih,  Ika Yuni Anggraini, Perwira Annissa D. Permatasari

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

AKSES CEPAT