Survei Fakultas Kesehatan Masyarakat 51动漫 menunjukkan bahwa tingkat Kepatuhan masyarakat Surabaya dalam beribadah di tempat ibadah masih rendah dimana 70% tidak memakai masker, dan 84% tidak menjaga jarak (Simanjuntak, 2021) Belum ada hasil cuci tangan dan faktor/variabel apa pun yang mempengaruhi kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran Kepatuhan beragama dalam menerapkan protokol kesehatan (memakai masker dan mencuci tangan) pada saat melaksanakan ibadah di tempat ibadah. Manfaat penelitian diharapkan dapat memberikan informasi terkait gambaran Kepatuhan beragama dalam menerapkan protokol kesehatan (memakai masker dan mencuci tangan) saat melaksanakan ibadah di tempat ibadah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan di rumah ibadah pada masa pandemi COVID-19. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain yang digunakan analisis deskriptif dan angket serta wawancara sebagai alat dalam melakukan penelitian. Jumlah sampel dalam penelitian kuantitatif sebanyak 30 orang, dengan 15 responden yang dipilih untuk diwawancarai. Hasil: ditemukan responden pada usia dewasa lebih patuh dalam penerapan protokol kesehatan dan berdasarkan sikap responden yang memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap informasi dapat mempengaruhi kepatuhan umat beragama dalam mematuhi protokol kesehatan.
Penerapan protokol kesehatan keagamaan dalam menjalankan ibadah sudah baik, dan ada beberapa variabel yang mempengaruhi Kepatuhan beragama terhadap protokol kesehatan dalam melaksanakan ibadah yaitu Usia, Pengetahuan, dan Sikap. Sosialisasi dan edukasi dari tokoh agama, petugas kesehatan, dan tokoh masyarakat masih dilakukan baik secara lisan maupun tertulis. Hal itu bisa dilakukan secara berkala, misalnya 2 bulan sekali, untuk menambah pengetahuan masyarakat khususnya umat beragama dalam mematuhi protokol kesehatan sesuai kebijakan pemerintah pusat.
Rekomendasi penelitian ini menunjukkan bahwa sosialisasi dan edukasi dari tokoh agama, petugas kesehatan, dan tokoh masyarakat secara berkala tetap dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis dan dapat dilakukan untuk menambah pengetahuan umat beragama agar mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.
Penulis: Yulita T. Retanubun; Dr. Moses Glorino Rumambo Pandin; Maria Ardiningsih
Jurnal: Analysing Devotees’ Compliance and Health Protocols on Religious Worship During Pandemic Covid-19 In Indonesia





