51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Relasi yang Baik Cukup Dapat Menentukan Kualitas Kehidupan yang Baik

Kepuasan hidup didefinisikan sebagai evaluasi positif terhadap kehidupan seseorang. Kepuasan hidup ini merupakan aspek penting bagi kesehatan mental, terutama sebagai faktor protektif masalah-masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Berbagai penelitian turut menunjukkan bahwa kepuasan hidup dapat menjadi prediktor terhadap kesuksesan di area pendidikan maupun pekerjaan.

Penelitian-penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa salah satu faktor yang dapat menjadi prediksi terhadap kepuasan hidup adalah kepuasan dalam relasi. Adapun yang dimaksud dengan kepuasan dalam relasi ini adalah penilaian subjektif terhadap hubungan yang terjalin dengan pasangan romantisnya. Penelitian-penelitian tersebut membuktikan bahwa Individu yang menikah memiliki kepuasan hidup yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan individu yang tidak menikah dan bercerai. Di sisi lain, hubungan antara kepuasan dalam relasi dan kepuasan hidup ini belum dapat dijelaskan secara pasti. Ada banyak faktor yang dapat menjadi dinamika di antara keduanya, seperti budaya atau status pekerjaan. Di samping itu, kepuasan dalam relasi sebenarnya tidak hanya terbatas pada pasangan romantis, namun juga pada jenis relasi lain seperti pertemanan dan persahabatan.

Hal tersebut yang menjadi ketertarikan bagi sekelompok peneliti dari Fakultas Psikologi Unair, bekerjasama dengan Faculty of Behavioral Sciences, HELP University, Kuala Lumpur dan Faculty of Psychology and Social Sciences, University of Cyberjaya, Malaysia. Keterkaitan antara kepuasan dalam relasi dan kepuasan hidup berusaha dijelaskan melalui dua faktor, yaitu persepsi terhadap dukungan sosial dan mattering. Persepsi terhadap dukungan sosial adalah keyakinan individu tentang seberapa besar hubungan dan kontak sosial yang ada dapat memberikan dukungan kepada dirinya, sedangkan mattering merupakan keyakinan individu bahwa dirinya penting bagi orang-orang yang ada di lingkungan sosialnya. Kedua faktor ini dipilih karena dapat terjadi pada semua jenis hubungan, tidak hanya pada hubungan yang terjadi pada pasangan yang menikah atau menjalin romantisme saja. Secara detil, hasil penelitian ini dituangkan dalam International Journal of Public Health Science (IJPHS) Volume 12, nomor 4, bulan Desember tahun 2023, berjudul Is a good relationship enough for a  good life? Tautan tulisan ini dapat diakses di DOI: 10.11591/ijphs.v12i4.22967.

Penelitian ini menemukan penjelasan tentang dinamika antara kepuasan dalam relasi dan kepuasan hidup secara umum. Keterkaitan di antara keduanya tidak bersifat langsung, namun dijelaskan melalui persepsi terhadap dukungan sosial dan mattering. Individu yang merasa puas dengan relasinya cenderung merasa didukung secara sosial. Perasaan ini selanjutnya akan membuat mereka merasa memiliki makna bagi orang-orang di sekitarnya. Akhirnya, individu tersebut cenderung mempersepsi bahwa hidup mereka memuaskan di berbagai aspek. Sebaliknya, individu dengan relasi yang memuaskan dapat saja tidak puas dengan kehidupannya secara umum ketika mereka merasa tidak didukung atau tidak penting bagi orang-orang di sekitarnya. Dengan kata lain, meskipun kepuasan dalam relasi mungkin dapat meningkatkan kepuasan hidup individu, kepuasan hidup ini tidak akan meningkat pada individu-individu yang tidak memiliki keyakinan bahwa mereka didukung secara sosial, karena mereka merasa tidak memiliki arti apapun bagi orang-orang di sekitarnya.

Penelitian ini menunjukkan hasil yang berbeda dari penelitian sebelumnya yang menunjukkan keterkaitan secara langsung antara kepuasan dalam relasi dan kepuasan hidup. Dalam hal ini, faktor budaya perlu dipertimbangkan karena sampel dalam penelitian ini berasal dari Malaysia. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang berasal dari Norwegia, kemungkinan besar ada perbedaan dalam mendefinisikan cinta, serta cara berpikir, merasa, dan berperilaku dalam sebuah hubungan dengan orang-orang terdekat. Termasuk juga di dalamnya tentang bagaimana perbedaan budaya tersebut dapat mempengaruhi perilaku individu tentang bagaimana individu mencari dan menyediakan dukungan dalam sebuah hubungan.

Kesimpulannya, kepuasan individu dalam relasi dengan orang-orang terdekat belum dapat memastikan bahwa ia juga memiliki kepuasan dalam hidupnya secara umum. Kepuasan dalam relasi tersebut harus dapat membuat individu yakin bahwa ia didukung oleh orang-orang di sekitarnya. Berikutnya, keyakinan ini harus juga dapat menumbuhkan kepercayaan bahwa mereka memiliki makna dan arti penting bagi orang-orang tersebut. Akhirnya, keyakinan akan kebermaknaan inilah yang memprediksi kepuasan hidup individu secara umum.

Penulis: Primatia Yogi Wulandari

Referensi: Xu, E., Prihadi, K.D., Wulandari, P.Y., Adiati, R.P., Cahyono, R., Widayat, I.W., ¦ & Nisa, V. K. (2023). Is a good relationship enough for a good life? International Journal of Public Health Science: 12 (4), 1788-1794, DOI: 10.11591/ijphs.v12i4.22967.

AKSES CEPAT