51动漫

51动漫 Official Website

Analisis Nilai CT, Kadar C-Reactive Protein, dan Prokalsitonin sebagai Penanda Inflamasi pada Pasien COVID-19

Ilustrasi Covid-19 (foto: dok istimewa)

Corona Virus Disease-19 (COVID-19) adalah penyakit pernapasan akibat virus yang disebabkan oleh nCov-19 yang disebabkan oleh pandemi pneumonia di dunia. Manifestasi klinis infeksi COVID-19 berkisar dari yang tidak bergejala, hingga penyakit yang lebih parah seperti bronkitis, pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), kegagalan multiorgan, dan bahkan kematian. Infeksi COVID-19, pada mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, memiliki perkembangan yang lebih cepat dan manifestasi klinis yang lebih parah. 

Peradangan sistemik yang lebih aktif pada kasus sedang/berat dapat berkontribusi pada perkembangan gejala sekunder, termasuk gagal ginjal atau cedera hati akut, yang mendukung konsep keadaan peradangan sekunder akibat COVID-19 dan dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Nilai CT (CT value) memiliki efek langsung dari viral load tingkat tinggi dan dapat menjadi pemicu penting untuk respons imun yang tidak diatur yang pada akhirnya menyebabkan kematian yang lebih tinggi. Namun, nilai CT dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti waktu penyakit sejak timbulnya gejala, kompetensi teknisi, kalibrasi alat, reagen yang digunakan, dan keterampilan analitis teknisi interpretasi. Dalam banyak kasus, nilai CT yang rendah berkorelasi dengan viral load yang tinggi dan merupakan prediktor keparahan penyakit pada minggu kedua. 

Berdasarkan latarbelakang tersebut, peneliti dari 51动漫 melakukan sebuah penelitian untuk menganalisis CT value, kadar C-Reactivep, dan prokalsitonin sebagai penanda inflamasi pada pasien COVID-19 yang mempunyai atau tidak mempunyai penyakit komorbid. Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan pada jurnal internasional terindeks Scopus Kuartil 2 (Q2) yaitu Research Journal of Pharmacy and Technology. 

Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional analitik dengan metode studi retrospektif. Populasi penelitian ini adalah pasien yang terdiagnosis COVID-19 di RSKI 51动漫 (UNAIR) Surabaya pada periode penelitian 5 bulan (Juni-November 2021). Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu seluruh pasien rawat inap yang terdiagnosis COVID-19 oleh klinisi berdasarkan gejala klinis dan hasil laboratorium berupa swab antigen positif serta pemeriksaan penunjang lainnya. Diperoleh sampel dengan data lengkap sebanyak 561 sampel. Kriteria Inklusi: Pasien yang terdiagnosis suspek COVID-19, SARS CoV 2, oleh klinisi paru atau penyakit dalam di bangsal rawat inap Rumah Sakit Khusus Infeksi 51动漫 Surabaya, tanpa penyakit penyerta dan memiliki penyakit penyerta Diabetes Melitus, hipertensi dan asma.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara CT value yang ditemukan pada kelompok dengan komorbid atau tanpa komorbid hipertensi (p=0,221). Sedangkan nilai Prokalsitonin (PCt) menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok dengan komorbid dan tanpa komorbid hipertensi. Begitu pula dengan nilai CRP yang nilainya berbeda secara signifikan antara kelompok dengan komorbid dan tanpa komorbid hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan, nilai CT, CRP, dan protein Prokalsitonin (PCTt) pada kelompok komorbid dan non-komorbid asma tidak berbeda secara signifikan (p >0,05). CT value yang tidak berbeda secara signifikan juga ditemukan pada dengan atau tanpa komorbid DM. Nilai CT pada kelompok dengan komorbid DM sebesar 21,55 dibandingkan dengan tanpa komorbid DM yaitu sebesar 18.687. Sedangkan nilai prokalsitonin memiliki nilai signifikansi <0,001 (p < 0,05), yang artinya terdapat perbedaan prokalsitonin yang signifikan pada kelompok dengan dan tanpa komorbid DM. Dimana nilai prokalsitonin lebih tinggi pada kelompok dengan komorbid DM dengan nilai mean rank sebesar 222,54 ng/ml dibandingkan dengan tanpa komorbid DM yaitu sebesar 170,39 ng/mL. Selain itu, nilai CRP juga memiliki nilai signifikansi <0,001 (p< 0,05) sehingga terdapat perbedaan nilai CRP yang signifikan pada kelompok dengan dan tanpa komorbid DM. Dimana nilai CRP lebih tinggi pada mereka yang memiliki komorbid DM dengan nilai mean rank sebesar 294,39 mg/dl dibandingkan pada mereka yang tidak memiliki komorbid DM sebesar 187,96 mg/dl.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasien COVID-19 dengan komorbid hipertensi dan diabetes melitus mengalami infeksi COVID-19 yang lebih berat, sedangkan penderita asma yang terinfeksi COVID-19 relatif tidak mengalami infeksi yang lebih berat dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki komorbid.

Artikel lengkap dapat diakses pada:

Penulis:Prof. M. Miftahussurur, dr., M. Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D

AKSES CEPAT