51动漫

51动漫 Official Website

Analisis Obat Berisiko Jatuh Terhadap Skala Morse pada Pasien Geriatri

Foto by Halodoc

Berdasarkan Permenkes Nomor 79 Tahun 2014, geriatri atau lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Data jumlah penduduk lansia di Indonesia lebih kurang 9,92% dari total penduduk indonesia atau sebesar 26,82 juta jiwa. Penduduk lansia diproyeksikan pada tahun 2045 akan mencapai seperlima dari total penduduk Indonesia. Peningkatan jumlah lansia berdampak pada peningkatan prevalensi penyakit kronis, dengan demikian dapat meningkatkan perawatan inap dan biaya kesehatan. Pasien geriatri sering mengalami kondisi klinis dan fisiologis yang memburuk pada beberapa sistem organ umum yang berhubungan pada peningkatan morbiditas dan mortalitas. Kondisi akumulasi gangguan dalam beberapa sistem dan ketidakmampuan individu untuk mengkompensasi gangguan tersebut membuat lansia rentan terhadap perubahan situasional yang disebut sebagai sindroma geriatri. Sindroma geriatri yang meliputi penurunan beberapa sistem fisiologis termasuk muskuloskeletal, kardiovaskular, visual, vestibular, koordinasi, respon postural, dan fungsi kognitif terbukti dapat meningkatkan risiko jatuh pada pasien lansia sehingga dapat meningkatkan biaya pelayanan kesehatan yang harus ditanggung oleh pasien

Jatuh termasuk salah satu dari sindroma geriatrik, yang menjadi salah satu penyebab utama pasien lansia mengalami cedera dan kematian. Salah satu faktor risiko penyebab jatuh adalah penggunaan obat tertentu yang meningkatkan risiko jatuh. Obat-obat tersebut pada umumnya bekerja dengan mempengaruhi sistem kardiovaskular atau sistem saraf pusat. Obat yang bekerja pada sistem saraf pusat dapat meningkatkan risiko jatuh karena dapat memberikan efek sedasi, pusing, gangguan kognitif, mengganggu keseimbangan, dan perfusi otak, contohnya antidepresan, antipsikotik, hipnotik, obat untuk mengatasi bipolar dan demensia Obat yang bekerja pada sistem kardiovaskular dapat meningkatkan risiko jatuh karena dapat memberikan efek gangguan keseimbangan, pusing, dan hipotensi ortostatik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 115 pasien yang menggunakan obat berisiko jatuh rata-rata memiliki nilai risiko jatuh ringan hingga sedang. Obat berisiko jatuh tinggi yang paling banyak digunakan oleh pasien geriatri rawat jalan di Rumah Sakit 51动漫 adalah Gabapentin sebesar 43%, diikuti oleh Alprazolam (5%), dan Diazepam (4%). Obat berisiko jatuh terbanyak yang digunakan oleh pasien geriatri rawat jalan di Rumah Sakit 51动漫 adalah Candesartan yang termasuk obat berisiko jatuh sedang yaitu sebesar 60%, diikuti oleh Nifedipine (56%), dan Bisoprolol (51%). Obat berisiko jatuh rendah terbanyak yang digunakan oleh pasien geriatri rawat jalan di Rumah Sakit 51动漫 adalah Furosemide sebesar 9%, diikuti oleh Spironolactone (5%) dan Hydrochlorothiazide (1%). Sejumlah 71% pasien mendapatkan kombinasi 2-4 obat berisiko jatuh. Kombinasi obat berisiko jatuh yang memberikan risiko tinggi pada pasien geriatri adalah kombinasi lima obat, antara lain golongan antihipertensi, antikonvulsan, dan antidepresan. 53% pasien mendapatkan total MFRS lebih dari sama dengan enam sehingga penggunaan obat pasien perlu dilakukan evaluasi. Berdasarkan hasil analisis statistik, didapatkan bahwa jumlah obat berisiko jatuh yang diterima pasien tidak berhubungan dengan tingkat risiko jatuh pada pasien geriatri, sedangkan peningkatan dosis obat berisiko jatuh tinggi seperti Gabapentin meningkatkan tingkat risiko jatuh pada pasien geriatri.

Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa obat berisiko jatuh banyak digunakan oleh pasien sehingga perlu membuat strategi pencegahan jatuh dengan mengevaluasi penggunaan obat berisiko jatuh pada pasien geriatri, perlu disarankan untuk menggunakan kombinasi Skala Morse dan skor MFRS untuk mengidentifikasi tingkat risiko jatuh pada pasien geriatri, dan memberikan edukasi kepada pasien terkait risiko jatuh akibat obat yang mungkin dapat terjadi.

Berdasarkan hasil penelitian obat berisiko jatuh pada pasien geriatri yang dilakukan pada bulan April hingga Juli 2022 di Poli Geriatri RS 51动漫 dapat disimpulkan bahwa: Tingkat risiko jatuh berdasarkan Skala Morse pada pasien geriatri adalah ringan hingga sedang. Obat berisiko jatuh tinggi yang paling banyak digunakan adalah Gabapentin dengan dosis 1×100 mg dan lama penggunaan 1-5 tahun, obat berisiko jatuh sedang adalah Candesartan dengan dosis 1×8 mg dan lama penggunaan dosis >5 tahun, obat berisiko jatuh rendah adalah Furosemide dengan dosis 1×40 mg dan lama penggunaan >5 tahun.  Jumlah obat berisiko jatuh tidak meningkatkan tingkat risiko jatuh pada pasien geriatri karena pada penelitian ini pasien geriatri banyak menggunakan obat berisiko jatuh sedang yaitu antihipertensi, sedangkan peningkatan dosis obat berisiko jatuh tinggi dapat meningkatkan tingkat risiko jatuh.

Penulis: Dr. apt. Yulistiani, M.Si

Link Jurnal:

AKSES CEPAT