Perkembangan dalam sektor ekonomi kreatif terus meningkat seiring meningkatnya animo masyarakat dalam membeli sebuah produk. Hal ini membuat sektor ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam perkonomian nasional karena menyumbang kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Berdasarkan statistik ekonomi kreatif 2020, perkembangan PDB dalam sektor ekonomi kreatif meningkat mulai dari tahun 2010 hingga 2020. Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif (Ekraf) pada tahun 2016 sudah mencapai Rp 922,59 triliun. PDB ini pada tahun 2017 sudah melampaui Rp1000 triliun, dan meningkat menjadi Rp1.105 triliun pada 2018. Pada 2020, kontribusi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp1.100 triliun. Berdasarkan dari tujuh belas sub sektor dalam ekonomi kreatif, tiga sub sektor telah mencatatkan sebagai penyumbang PDB terbesar yaitu kuliner, fashion dan kriya.
Perkembangan sektor fashion di Indonesia saat ini semakin maju dan berkembang. Kondisi tersebut semakin berkembang karena kesadaran masyarakat akan fashion yang semakin mengarah kepada pemenuhan gaya hidup dalam berbusana, sehingga hal ini dapat dikatakan bahwa kebutuhan fashion saat ini tidak hanya untuk menutup tubuh tetapi sebagai bentuk gaya hidup masyarakat. Kebutuhan dan ketertarikan yang tinggi di Masyarakat dalam dunia fashion membuat fashion semakin berkembang begitupun dengan sektor fashion muslim di Indonesia, hal tersebut dikarenakan penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam.
Berdasarkan dari The State of Global Islamic Economy Report 2020-2021, dalam perkembangan sektor fashion muslim, Indonesia berhasil masuk menjadi peringkat ketiga sebagai negara yang mengembangkan fashion muslim terbaik dunia setelah Uni Emirat Arab dan Turki. Hal ini menunjukan bahwa perkembangan sektor fashion di Indonesia mengalami perkembangan yang baik untuk kedepannya. Dalam industri fashion muslim di Indonesia yang semakin berkembang, membuat industri tersebut menjadi sebuah peluang usaha yang baik bagi Byemi Official Store. Byemi Official Store merupakan salah satu usaha yang bergerak dalam bidang fashion muslim di Pucangan Kel. Kertajaya Kec. Gubeng Kota Surabaya yang memproduksi dan menjual produk hijab dan baju muslim untuk kalangan anak muda khususnya perempuan dengan produk hijab sebagai salah satu produk utamanya. Usaha fashion muslim ini menawarkan sebuah produk yang diproduksi sendiri dengan kualitas premium tetapi memiliki harga yang bersahabat.
Sebagai salah satu usaha fashion muslim yang bersaing dengan banyaknya usaha fashion muslim yang ada, sehingga Byemi Official Store memerlukan dan memiliki berbagai pendekatan untuk melakukan strategi bisnisnya. Salah satunya yang menjadi persaingan dalam setiap usaha fashion muslim yaitu memiliki kemampuan memberikan harga produk yang dapat bersaing dengan pesaing tetapi memiliki premium quality. Dalam memberikan harga produk yang dapat bersaing kepada para konsumen, maka usaha fashion muslim harus mengurangi beberapa biaya dalam proses produksi produk. Contohnya biaya yang dapat dikurangi tersebut adalah harga bahan produk yang dijual oleh supplier, biaya pemesanan serta pengiriman, serta hal hal lainnya. Sehingga perihal tersebut membuat proses pemilihan supplier yang tepat merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam sebuah proses bisnis.
Untuk mencapai premium quality dalam kualitas produk itu akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan supplier dalam proses menyediakan bahan baku roll kain yang tepat. Oleh karena itu akan mempengaruhi terhadap kualitas, persediaan, dan berbagai aspek lain dari produk hijab yang akan dijual di marketplace maupun ke reseller. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan terhadap kemampuan supplier dalam memenuhi hal tersebut. Terdapat beberapa faktor yang terkait dalam kemampuan supplier memenuhi kebutuhan operasional, seperti kemampuan dalam menyediakan roll kain tepat waktu, memiliki kualitas kain yang selalu konsisten serta memiliki harga yang kompetitif. Pemilihan supplier ini merupakan sebuah kegiatan yang penting karena supplier tersebut akan memasok salah satu bahan baku utama dari salah satu produk yang ditawarkan oleh Byemi Official Store yaitu Hijab, serta menurut pihak Byemi Official Store ingin memiliki sebuah kerja sama yang jangka panjang dengan supplier untuk mempertahankan kualitas produk, lead time, serta dapat melakukan effisiensi biaya produksi.
Dalam memenuhi kebutuhan akan ketersediaan kain dalam proses produksi, Byemi Official Store memiliki beberapa supplier yang sudah dipercaya menjadi partner dalam lini bisnisnya selama ini. Terdapat 4 supplier yang dijadikan partner bisnis, yaitu UD. Indah Textile, CV. Ardjuna, Multi Kain dan Nima Fabrics. Pemilihan supplier ini hanya berdasarkan dengan track record dan beberapa kriteria tidak terstruktur yaitu supplier yang dapat menyediakan paling cepat serta sesuai spesifikasi yang sesuai oleh pemilik Byemi Official Store kepada para supplier. Pemilik Byemi Official Store sebagai pengambil keputusan juga memilih berdasarkan record kerja supplier yang selama ini berjalan. Menurut pemilik Byemi Official Store, selama bekerja sama dengan supplier terdapat beberapa permasalahan yang beberapa kali terjadi. Permasalahan yang paling sering dihadapi oleh Byemi Official Store dengan supplier yaitu adanya kualitas kain yang tidak sesuai dengan yang diinginkan seperti terdapat kecacatan kain yang dapat merusak kualitas hijab serta mengurangi jumlah produksi itu sendiri. Dalam satu kali produksi, akan terjadi kecacatan produksi sebanyaknya 10% dari kecacatan kain dan 5% dari human error. Permasalahan kedua yaitu supplier terlambat mengirimkan pesanan roll kain sehingga dapat memungkinkan terjadinya produk yang out of stock product selama terjadinya wabah COVID 19. Dalam satu kali proses pembelian, terdapat proses pengemasan untuk pengiriman yang cukup lama yaitu dalam tempo 5-7 hari kerja belum termasuk proses lamanya pengiriman dari ekspedisi. Dampak permasalahan ini yang terjadi menyebabkan konsumen maupun reseller tidak jadi memesan produk yang diinginkan dan membuat beralih ke produk pesaing dengan tingkat gagal order yang diakibatkan oleh permasalahan tersebut sebesar 10% dari jumlah transaksi sebanyak 150 transaksi dalam sebulan. Kegiatan operasional tersebut membuat terjadinya sebuah hubungan antara supplier dan Byemi yang bisa dinamakan dengan Supply Chain Management (SCM).Kegiatan SCM dalam sebuah bisnis diharapkan untuk membuat sebuah keberlanjutan yang efektif, sehingga dalam mengintegrasikan dimensi keberlanjutan yang efektif ke dalam supply chain, industri perlu memperoleh dukungan dan kerja sama dari semua mitra supply chain dari hulu dan hilir (Amindoust et al. 2012; Roy et al. 2019). Hal tersebut dapat menegaskan bahwa peran hulu dan hilir dalam rantai supply chain sangat penting. Supplier adalah mitra hulu dan dapat berkontribusi secara signifikan untuk pencapaian tujuan keberlanjutan dalam industri (Khan Mohammadi et al.2018). Oleh karena itu, pemilihan supplier yang berkelanjutan merupakan keputusan strategis untuk industri (Ghadimi et al. 2019).
Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode Fuzzy AHP dan Fuzzy TOPSIS pada Byemi menunjukan bahwa supplier 2 memiliki closeness coefficient (CC) tertinggi dibandingkan dari supplier lainnya. closeness coefficient memiliki arti bahwa merupakan prioritas tertinggi bagi Byemi untuk dijadikan supplier utama.. closeness coefficient dari supplier 2 menunjukan nilai tertinggi sebesar 0,743 serta memiliki jarak terdekat sebesar 0,096 dari Fuzzy Positive Ideal Solution dan jarak terjauh sebesar 0,279 dari Fuzzy Negative Ideal Solution dibandingkan dengan supplier lain yang dimiliki oleh Byemi. closeness coefficient tersebut menunjukan bahwa supplier 2 merupakan supplier yang paling sesuai dengan hasil kinerjanya selama ini.
Penulis: Hinanda Tomi Adikoro dan Febriana Wurjaningrum
Link Jurnal: file:///C:/Users/User/Downloads/458-Article%20Text-815-1-10-20220628.pdf





