Inkubasi Embrio Ayam
Pada mamalia, burung, dan amfibi, sel limfoid garis keturunan B pertama kali muncul selama embriogenesis dan dibedakan berdasarkan kapasitasnya untuk menghasilkan imunoglobulin. Diketahui bahwa pengembangan repertoar sel B dan pengembangan toleransi diri, prekursor sel B awal sangat penting. Variabel genetik dan/atau lingkungan mikro yang mengontrol awal sintesis imunoglobulin pada sel hemopoietik embrionik yang ternyata masih kurang dipahami. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ontogeni prekursor sel B pada embrio ayam sejak hari ketiga inkubasi diperiksa.
Istilah “ontogeni, sel B, prekursor, embrio ayam, inkubasi” digunakan dalam pencarian literatur menyeluruh di database PubMed, NCBI, dan Google Cendekia. Setelah semua artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dikumpulkan 38 makalah yang memenuhi kriteria inklusi.
Sel Induk Hematopoietik
Temuan penelitian menunjukkan bahwa sel induk hematopoietik basofilik clg besar dan prekursor sel B limfoid kecil cIg+ adalah dua jenis sel migran yang tampaknya memasuki bursa embrionik Fabricius. Oleh karena itu, limfopoiesis B tidak hanya terjadi di bursa Fabricius pada embrio unggas. Meskipun kantung kuning telur dan jaringan hematopoietik di sekitar aorta dorsal merupakan kandidat kuat, identitas lokasi ekstrabursal masih belum diketahui. Oleh karena itu, organ hemopoietik umum dapat berfungsi sebagai tempat awal limfopoiesis B pada burung dan mamalia. Baru kemudian dalam perkembangan unggas, folikel bursal dapat diakses dan mengambil alih.
Penulis: Dr. Maslichah Mafruchati M.Si.,drh
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Biomedical and Pharmacology Journal
2023
ISSN: 0974-6242





