51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Ancaman Kesehatan di Balik Produksi Susu: Ketika Bakteri Mulai Kebal Antibiotik

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Resistensi antibiotik kini menjadi salah satu ancaman paling serius bagi kesehatan global. Ketika bakteri tidak lagi mempan terhadap obat yang selama ini diandalkan, pengobatan infeksi menjadi semakin rumit, mahal, dan berisiko. Masalah ini tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga menjalar ke sektor peternakan, khususnya industri sapi perah yang menjadi penopang penting ketahanan pangan. Salah satu penyakit yang paling mengancam dan merugikan dalam peternakan sapi perah adalah mastitis, yaitu terjadinya peradangan pada ambing sapi. Penyakit ini dapat menurunkan produksi susu sekaligus menurunkan kualitasnya. Lebih berbahaya lagi, mastitis sering muncul dalam bentuk subklinis (tanpa gejala yang tampak secara kasat mata). Akibatnya, penyakit ini kerap luput dari perhatian, meskipun dampak kerugian ekonominya tetap signifikan bagi peternak.

Dalam praktik di lapangan, antibiotik masih menjadi senjata utama untuk mengendalikan mastitis. Namun, penggunaan antibiotik yang berlebihan atau tidak tepat justru berpotensi mempercepat munculnya resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR). Salah satu bakteri yang perlu mendapat perhatian khusus adalah Escherichia coli, bakteri yang dikenal luas sebagai penyebab penyakit berasal dari makanan/minuman yang terkontaminasi dan juga agen penyebab mastitis pada sapi perah. Berangkat dari persoalan tersebut, sebuah penelitian dilakukan di Kecamatan Licin, Jawa Timur, untuk mengetahui pola resistensi antibiotik E. coli yang diisolasi dari susu sapi perah penderita mastitis subklinis. Informasi ini penting sebagai dasar penentuan pilihan antibiotik yang lebih efektif dan aman digunakan di lingkup peternakan. Penelitian ini menggunakan sampel susu dari sapi perah Friesian Holstein (FH) yang sedang masa laktasi, dengan metode purposive sampling. Deteksi mastitis subklinis dilakukan menggunakan California Mastitis Test (CMT), sebuah metode sederhana namun efektif untuk mendeteksi peningkatan jumlah sel somatik dalam susu sebagai indikator awal terjadinya peradangan ambing.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari 29 sampel susu yang dianalisis, 17 sampel (58,6%) positif mastitis subklinis. Selanjutnya, isolasi dan identifikasi bakteri dilakukan melalui serangkaian uji laboratorium, mulai dari penggunaan media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA), pewarnaan Gram, hingga uji biokimia. Dari 17 sampel mastitis subklinis tersebut, empat sampel (23,5%) terkonfirmasi positif E. coli. Tahap berikutnya adalah uji kepekaan antibiotik menggunakan metode difusi cakram Kirby“Bauer. Hasilnya cukup mengkhawatirkan. Seluruh isolat E. coli (100%) menunjukkan resistensi terhadap eritromisin, antibiotik yang sering digunakan di lapangan. Selain itu, masing-masing 25% isolat juga resisten terhadap tetrasiklin dan streptomisin.

Di sisi lain, penelitian ini juga memberikan kabar baik. Seluruh isolat E. coli masih menunjukkan sensitivitas penuh (100%) terhadap aztreonam, kloramfenikol, trimetoprim, dan siprofloksasin, yang berarti antibiotik tersebut masih berpotensi efektif digunakan sebagai pilihan terapi. Temuan ini menegaskan bahwa resistensi antibiotik bukan lagi ancaman teoritis, melainkan tantangan nyata dalam pengendalian mastitis pada sapi perah. Resistensi total terhadap eritromisin mempersempit pilihan pengobatan, sekaligus menjadi peringatan akan pentingnya penggunaan antibiotik secara lebih bijak.

Ke depan, pengendalian mastitis tidak bisa hanya mengandalkan antibiotik semata. Pemantauan resistensi secara rutin, penerapan prinsip One Health (integrasi antara hesehatan hewan, manusia, dan lingkungan), serta peningkatan manajemen kesehatan ternak menjadi langkah krusial untuk menjaga efektivitas pengobatan, melindungi kesehatan hewan, dan memastikan keberlanjutan produksi susu yang aman bagi konsumen.

Penulis: Ratih Novita Praja, drh., M.Si.

Referensi:
Praja, R. N., Yudhana, A., Pratama, L. D., Pratiwi, E. K., Herina, R. B., Setyarini, D. W., Sholiha, A. H., Fuadi, S. H. A., dan Khairunisa, F. (2025). Antibiotic resistance of Escherichia coli isolated from dairy cow milk associated with subclinical mastitis in the Licin Subdistrict, East Java, Indonesia. Open Veterinary Journal, 15(11):6009“6019. DOI: 10.5455/OVJ.2025.v15.i11.55.

AKSES CEPAT