UNAIR NEWS- Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswa 51动漫 (UNAIR). Sanda Insania Dewanty, mahasiswa Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi, berhasil meraih Juara 2 dalam lomba Infografis Statistika 淪tatistics Fair 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Bengkulu dalam rangka memperingati Hari Statistika Nasional.
Kompetisi tersebut berlangsung secara daring dengan pengumuman pemenang pada 27 September 2025. Sanda mengaku tak pernah menyangka bahwa minatnya di bidang data dan desain visual akan membawanya pada pengalaman berharga ini.
淎walnya saya ikut lomba bukan semata untuk menang, tapi untuk menguji sejauh mana kemampuan saya dalam menyampaikan pesan melalui data, ungkapnya.
Bertema Energi Laut
Dalam ajang tersebut, Sanda menampilkan karya berjudul OTEC: Menyelami Lautan Tropis Menuju Net Zero Emission. Infografis ini mengangkat potensi besar laut tropis Indonesia sebagai sumber energi bersih melalui teknologi Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC). Teknologi tersebut memanfaatkan perbedaan suhu antara air laut hangat di permukaan dan air laut dingin di kedalaman. Pemanfaatan itu untuk menghasilkan energi listrik ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui karyanya, Sanda ingin menunjukkan bagaimana Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Selain itu mendukung pencapaian Net Zero Emission dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta poin 13 (Aksi Iklim).
Infografis tersebut juga memuat data emisi karbon nasional, target energi terbarukan, serta potensi energi laut di perairan Indonesia. Secara keseluruhan, karya ini mengajak masyarakat untuk melihat laut tidak hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai kunci menuju masa depan energi bersih Indonesia.
Belajar dari Proses dan Tantangan
Di balik karyanya yang memukau, Sanda mengaku menghadapi berbagai tantangan selama proses pengerjaan. Mulai dari penentuan tata letak dan alur cerita, pemilihan palet warna, ketersediaan data yang terbatas, hingga harus membagi waktu dengan tugas-tugas perkuliahan.
淧rosesnya tidak selalu mudah. Tapi justru dari situ saya belajar untuk lebih sabar, teliti, dan bisa mengatur waktu dengan baik, ujarnya.
Baginya, pencapaian ini bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan proses pembelajaran yang berarti.
淪aya berharap karya seperti ini bisa menginspirasi teman-teman lain untuk berani mencoba hal baru dan mengembangkan ide-ide kreatif mereka, tutupnya.
Penulis: Saffana Raisa Rahmania
Editor: Ragil Kukuh Imanto





