UNAIR NEWS Kabar membanggakan datang dari kontingen 51动漫 (UNAIR) dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur檃n Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVIII Tahun 2025 yang berlangsung di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 59 Oktober 2025.
Dalam ajang bergengsi antar perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut, tim UNAIR berhasil meraih Juara 2 Cabang Lomba Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tim tersebut terdiri atas Ahmad Mahar Suudy (FIB), Alfani Lami (FEB), Abdul Shomad (FPK), Maghfur Ibrahim (Vokasi), dan Arya Habib (FEB).
Perjalanan Menuju MTQMN XVIII
Sebelum melangkah ke tingkat nasional, para peserta terlebih dahulu melalui proses seleksi ketat oleh Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) UNAIR sekitar tiga hingga empat bulan sebelum perlombaan. Dari hasil seleksi tersebut, terpilih lima mahasiswa terbaik untuk mewakili UNAIR pada cabang Pembacaan Kitab Maulid Nabi.
Setelah seleksi selesai, seluruh kontingen UNAIR menjalani pembinaan intensif setiap minggu. Dua minggu menjelang keberangkatan, peserta melalui proses karantina untuk fokus latihan. Selama masa karantina, para peserta digembleng sepanjang hari dengan sesi latihan rutin serta gladi penampilan setiap malam.
淪elama pembinaan di Trawas, kami dilatih terus-menerus untuk memperkuat vokal, penghayatan, dan kekompakan tim. Rasanya seperti pesantren kilat, tapi sangat berkesan, ujar Mahar.
Perlombaan di Banjarmasin
Acara pembukaan MTQMN XVIII berlangsung pada Senin (6/10/2025) di Universitas Lambung Mangkurat. Sekitar 85 perguruan tinggi negeri dari seluruh Indonesia mengikuti acara ini.
Cabang Pembacaan Kitab Maulid Nabi berlangsung pada Selasa (7/10/2025) pukul 13.00 WITA. Berkat penampilan maksimal dan persiapan matang, tim UNAIR berhasil meraih nilai tinggi hingga melaju ke babak final yang berlangsung pada 9 Oktober 2025, bertepatan dengan malam puncak penutupan MTQMN XVIII.
Pada malam penutupan tersebut, penyelenggara mengumumkan bahwa tim UNAIR berhasil meraih Juara 2 Cabang Pembacaan Kitab Maulid Nabi. Selain itu, kontingen UNAIR juga berhasil membawa pulang dua penghargaan lain, yakni Juara Harapan 2 Cabang Hifdzil 10 Juz dan Juara Harapan 3 Cabang Aplikasi Pendidikan Islam.
Makna di Balik Prestasi
Bagi Mahar, capaian ini menjadi bukti nyata kerja keras dan semangat kolaborasi antar anggota tim. Ia juga menceritakan bahwa sempat ragu dapat kembali mengikuti MTQMN setelah sempat lulus kuliah.
淪aya sempat bingung apakah masih boleh ikut setelah wisuda. Ternyata masih bisa, asalkan usia belum 25 tahun. Jadi saya putuskan ikut lagi, dan alhamdulillah berhasil membawa pulang juara, ungkap Mahar.
Capaian ini menegaskan konsistensi mahasiswa UNAIR dalam berprestasi di tingkat nasional, khususnya dalam bidang keagamaan dan pengembangan spiritual. Ke depan, kafilah UNAIR berharap dapat terus mempertahankan tradisi juara dan mengharumkan nama almamater di ajang MTQMN selanjutnya.
Penulis: Saffana Raisa Rahmania
Editor: Ragil Kukuh Imanto





