51动漫

51动漫 Official Website

Apa itu Bakterial Vaginosis dan Apakah Faktor Risikonya?

Apa itu Bakterial Vaginosis dan Apakah Faktor Risikonya?
Sumber: Ciputra Medical Center

Bakterial Vaginosis (BV) adalah salah satu penyebab utama keputihan abnormal pada wanita usia subur. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya pH di vagina dan keluarnya cairan berbau tidak sedap. Di seluruh dunia, BV sangat umum terjadi, dengan angka prevalensi berkisar antara 23- 29%, bahkan lebih tinggi pada wanita keturunan Hispanik dan Afrika-Amerika. Mengapa BV menjadi hal yang penting diperhatikan, karena BV bukan hanya masalah keputihan biasa. BV dapat meningkatkan risiko terkena infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV, klamidia, dan herpes. Pada wanita hamil, BV dapat menyebabkan komplikasi serius seperti persalinan prematur dan keguguran.

Penelitian yang kami lakukan di Instalasi Rawat Jalan Poli Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, mengungkap dua faktor utama yang berperan dalam terjadinya BV, yaitu penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) dan jumlah pasangan seksual. Penelitian ini melibatkan 56 pasien dan menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan IUD dan memiliki banyak pasangan seksual lebih berisiko mengalami BV.

IUD adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Namun, studi ini menemukan bahwa wanita yang menggunakan IUD memiliki risiko BV yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan. Bagaimana bisa? Salah satu penjelasannya adalah bahwa IUD dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di vagina, memungkinkan bakteri penyebab BV berkembang biak.

Memiliki lebih dari satu pasangan seksual juga secara signifikan meningkatkan risiko BV. Studi ini mendukung temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa semakin banyak pasangan seksual, semakin tinggi pula risiko terkena BV. Hal ini mungkin disebabkan oleh penyebaran bakteri anaerob yang menyebabkan BV melalui hubungan seksual.

Penting bagi wanita, terutama yang menggunakan IUD, untuk waspada terhadap gejala BV dan berkonsultasi dengan dokter jika mengalami keputihan yang tidak normal. Praktik hubungan seksual yang aman juga sangat penting untuk mencegah penyebaran bakteri yang dapat memicu BV. Selain itu, edukasi tentang pilihan kontrasepsi yang lebih aman bagi kesehatan vagina, seperti kontrasepsi hormonal, juga bisa menjadi solusi bagi mereka yang berisiko tinggi.

BV adalah kondisi yang bisa dicegah dengan memahami faktor risikonya. Penggunaan IUD dan jumlah pasangan seksual terbukti sebagai dua faktor utama penyebab BV. Dengan penanganan yang tepat, risiko komplikasi yang lebih serius dapat diminimalkan.

Penulis:Prof.Dr.Afif Nurul Hidayati,dr.,Sp.DVE,Subsp.Ven

Link:

Baca juga: Potret Self-Efficacy Remaja Putri dalam Mencegah Keputihan Patologis

AKSES CEPAT