51动漫

51动漫 Official Website

Apakah Berhubungan Seksual Sebelum Embryo Transfer Meningkatkan Peluang Kehamilan?

Apakah Berhubungan Seksual Sebelum Embryo Transfer Meningkatkan Peluang Kehamilan?
Sumber: JNews

Setiap pasangan yang mengikuti prosedur bayi tabung pasti sangat menginginkan kehamilan. Setiap usaha dan dana yang telah dikeluarkan menjadikan pasangan yang mengikuti program bayi tabung akan menempuh berbagai cara untuk mendapatkan satu kehamilan. Pada kenyataanya metode bayi tabung tidak lah selalu mudah dalam mendapatkan kehamilan. Banyak fator yang mempengaruhi tingkat keberhasilan IVF. Menurut Crawford et al, salah satu proses yang paling kritis untuk keberhasilan IVF adalah implantasi embrio; bahkan jika kualitas embrio sangat baik, implantasi akan gagal jika penerimaan endometrium tidak mencukupi.

Penelitian yang banyak berkembang saat ini adalah strategi dalam meningkatkan kemampuan endometrium dalam menerima embryo yang ditransfer. Penelitian melaporkan bahwa penerimaan endometrium terkait erat dengan respons imun ibu. Embrio yang akan tertanam di dinding endometrium diibaratkan sebagai benih yang akan ditabur di dalam tanah. Pertanyaannya, jika tanah tidak subur atau tidak menyokong hal-hal yang mendukung embrio dapat berkembang dengan baik maka embrio tidak akan bertumbuh dengan baik.

Respon imun menjadi salah satu faktor  yang memainkan peran dominan dalam proses implantasi. Respon T-reg dilaporkan memengaruhi kemampuan embryo dalam implantasi. Jumlah T-reg yang dominan akan menghasilkan interleukin-10 (IL-10) dan tumor growth factor-beta (TGF-脽) serta menekan Th-1 sehingga kadar interferon-gamma (IFN-纬), interleukin-12 (IL-12), interleukin (IL-2), dan tumor necrosis factor-beta (TNF-伪) akan menjadi rendah. Regulasi sel T dan sitokin yang terlibat berkontribusi pada proses implantasi. Sel T-reg juga menekan proliferasi dan fungsi subset leukosit seperti sel T CD4, sel T CD8, sel B, dan sel natural killer (NK). Sel T-reg memengaruhi fungsi sel dendritik (DCs) dan makrofag. Jika hal ini tidak terjadi, implantasi akan menjadi sulit atau, dalam beberapa kasus, akan terjadi perdarahan, yang menyebabkan kegagalan embrionik. Para ahli berpendapat bahwa memodifikasi sistem imun ibu diperlukan untuk memfasilitasi implantasi embrio. Modifikasi sistem imun dapat terjadi dalam beberapa cara, termasuk paparan ibu terhadap plasma mani pasangannya. Paparan terhadap plasma mani, seperti selama hubungan seksual, telah dilaporkan dapat meningkatkan implantasi embrio. Hal ini karena plasma mani mengandung banyak biomolekul, seperti TGF-脽, yang memengaruhi sistem imun di endometrium. Beberapa penelitian telah menyelidiki hubungan antara paparan plasma mani dan tingkat keberhasilan kehamilan. Namun, karena mereka menggunakan metode yang berbeda, kelompok waktu embrio transfer (ET) (segar atau beku) juga tidak seragam, yang mengarah pada hasil yang berbeda.

Kami melakukan penelitian pada 132 pasangan yang sedang menjalani program bayi tabung. Kami mengukur tingkat keberhasilan pasien yang melakukan hubungan seksual 0-3 hari sebelum dilakukan tindakan embrio transfer dan pasien yang tidak melakukan hubungan seksual. Hasil yang didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara hubungan seksual sebelum ET dengan tingkat keberhasilan atau kehamilan, namun temuan lain yang didapatkan dari penelitian ini adalah bahwa pasangan yang melaporkan orgasme pada aktivitas seksual mereka berkontribusi pada tingkat keberhasilan atau kehamilan. Hal ini menunjukkan, meskipun paparan seminal plasma lewat aktivitas seksual tidak secara signifikan memengaruhi keberhasilan bayi tabung namun aktivitas seksual tidak terbukti membahayakan program bayi tabung. Selain itu setiap kali pasangan mencapai orgasme lewat berhubungan seksual memungkinkan keberhasilan program bayi tabung.

Penulis: Cennikon Pakpahan, dr., Sp.And

Link:

Baca juga: Bahaya Tersembunyi Hipokalemia Selama Kehamilan

AKSES CEPAT