51动漫

51动漫 Official Website

Apakah Leverage Perusahaan Berbeda jika Dipimpin oleh CEO Universitas Terkemuka?

Ilustrasi CEO (foto: Talenta)

Manajemen utang yang bijaksana sangat penting untuk membentuk profil risiko dan fleksibilitas strategis perusahaan, mengoptimalkan struktur keuangan, meminimalkan risiko, dan meningkatkan pencapaian tujuan jangka panjang. Manajemen utang yang efektif memungkinkan perusahaan mengendalikan tingkat utang, mendapatkan manfaat pajak, menghindari risiko gagal bayar, dan mempertahankan fleksibilitas korporat melalui berbagai sumber pendanaan. Penggunaan utang dapat secara signifikan mempengaruhi nilai, kinerja, dan strategi kompetitif perusahaan dengan menyediakan modal yang diperlukan untuk investasi, meskipun juga memperkenalkan risiko seperti gagal bayar dan biaya bunga (Nukala & Prasada Rao, 2021; Welch, 2004; Cole & Sokolyk, 2018; T.P.V. Le & Phan, 2017; Cathcart et al., 2020; Chen et al., 2022; Lee et al., 2021; X. Zhang et al., 2020).

Leverage yang berlebihan dapat menyebabkan kesulitan keuangan, merusak keberlanjutan perusahaan, dan meningkatkan risiko di masa depan (Abdullah et al., 2023; Kalash, 2023; Ugur et al., 2022; Fidiana et al., 2023). Rasio leverage yang tinggi, terutama selama krisis ekonomi atau periode profitabilitas rendah, dapat menghambat investasi dan daya saing dengan meningkatkan kewajiban pembayaran utang dan ketidakpastian tentang kemampuan perusahaan untuk membayar dan kinerja masa depannya. Hal ini juga menambah tekanan pada pemegang saham, mengurangi kepercayaan investor, dan membuat akses modal menjadi lebih sulit, yang berpotensi menyebabkan opini audit yang merugikan (Moalla, 2017). Oleh karena itu, keputusan leverage yang bijaksana sangat penting untuk mempertahankan stabilitas keuangan dan kepercayaan pemegang saham.

Karakteristik CEO memainkan peran signifikan dalam keputusan leverage perusahaan (Shahab et al., 2020; Salisu & Yahaya, 2024). Teori upper echelons menyatakan bahwa latar belakang CEO, termasuk pendidikan dan pengalaman, mempengaruhi keputusan strategis, termasuk leverage (Crossland & Hambrick, 2011; Hambrick & Mason, 1984). Studi ini menyelidiki dampak latar belakang pendidikan CEO dari universitas terkemuka terhadap leverage perusahaan di antara perusahaan dengan peringkat ESG tinggi di ASEAN dari tahun 2020 hingga 2022. Dengan menganalisis 1108 observasi, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana latar belakang universitas CEO mempengaruhi kinerja keuangan dan mendukung gagasan bahwa CEO dari universitas terkemuka mungkin memiliki praktik manajemen utang yang lebih baik, berkontribusi pada keputusan keuangan yang bijaksana dan meningkatkan keberlanjutan perusahaan. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan menghubungkan atribut CEO dengan leverage di perusahaan yang fokus pada ESG, memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan dan mendukung perkembangan Teori Upper Echelons.

Metode dan Hasil Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hipotesis tentang pengaruh latar belakang pendidikan CEO dari universitas terkemuka terhadap leverage perusahaan di Asia Tenggara dengan peringkat ESG tertinggi. Populasi penelitian mencakup perusahaan dengan peringkat ESG tinggi di Asia Tenggara selama tahun fiskal 2020-2022, dan teknik purposive sampling digunakan untuk memilih sampel yang representatif, menghasilkan 1108 observasi perusahaan-tahun. Variabel dependen adalah leverage (LEV), diukur dengan rasio utang terhadap aset (DAR), sedangkan variabel independen adalah latar belakang pendidikan CEO, diukur dengan variabel dummy berdasarkan QS World University Rankings (QSWUR). Variabel kontrol meliputi jenis kelamin dan usia CEO, ukuran perusahaan (FS), usia perusahaan (FA), kualitas audit (BIG4), dan profitabilitas (ROA). Data diperoleh dari QSWUR, laporan tahunan perusahaan, situs web, dan basis data Refinitiv. Analisis statistik deskriptif dan regresi berganda digunakan untuk menguji hipotesis, sementara uji robustitas dilakukan menggunakan metode Coarsened Exact Matching (CEM) dan model dua tahap Heckman untuk mengidentifikasi potensi endogenitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa CEO dari universitas terkemuka memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap leverage perusahaan, dengan koefisien -0.034 pada tingkat signifikansi 5%, menunjukkan bahwa mereka cenderung lebih risk-averse dalam kebijakan utang. Temuan ini mendukung Teori Upper Echelon, yang menyatakan bahwa atribut manajemen puncak, termasuk latar belakang pendidikan, memengaruhi keputusan strategis perusahaan. Uji robustitas mengonfirmasi konsistensi hasil utama, menunjukkan hubungan negatif signifikan antara CEO dari universitas terkemuka dan leverage. Penelitian ini menyoroti pentingnya latar belakang pendidikan dalam pengelolaan utang perusahaan dan menyarankan agar perusahaan serta pembuat kebijakan mempertimbangkan kualifikasi pendidikan tinggi dalam proses perekrutan CEO untuk mendukung tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen utang yang bijaksana. Limitasi penelitian mencakup penggunaan QS World University Rankings sebagai satu-satunya sumber data universitas dan penggunaan rasio utang terhadap aset sebagai satu-satunya proksi leverage. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi proksi lain dan dampak latar belakang pendidikan CEO terhadap hasil organisasi lainnya.

Penulis: Doddy Setiawan Arif Santoso,  Iman Harymawan, Desi Adhariani, Fadillah Ahmad Fauzi

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

AKSES CEPAT