Perusahaan diera ekonomi saat ini dituntut untuk lebih memperhatikan sumber daya tak berwujud. Pengelolaan aset tak berwujud sebagai nilai tambah dalam perusahaan akan memengaruhi kinerja perusahaan. Modal intelektual dianggap sebagai aset tak berwujud utama bagi perusahaan, yang digunakan untuk menciptakan dan memanfaatkan pengetahuan guna meningkatkan nilai perusahaan. Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu. Kinerja keuangan memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan itu sendiri maupun bagi para pemangku kepentingan.
Penelitian ini mengkaji pengaruh modal intelektual terhadap kinerja dan risiko perusahaan serta pengaruh moderasi koneksi politik. Koneksi politik diharapkan memiliki nilai yang cukup besar bagi perusahaan. Perusahaan yang memiliki koneksi politik menikmati sumber daya yang melebihi biaya membangun koneksi politiknya. Keberadaan direktur yang memiliki koneksi politik untuk menambah nilai tambah karena koneksi politik akan menghasilkan perlakuan istimewa oleh pemerintah, yang memfasilitasi pertumbuhan bisnis.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2021. Sampel penelitian adalah perusahaan yang menerbitkan laporan tahunan dan data yang digunakan dalam penelitian tersedia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan pertimbangan perusahaan non-keuangan yang terdaftar di BEI pada periode 2013 “ 2021.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Termoderasi. Penelitian ini menggunakan empat variabel dependen dengan proksi kinerja keuangan yang terdiri dari Tobins’Q dan net profit margin (NPM), dimana kinerja perusahaan merupakan kunci penting keberhasilan yang diciptakan oleh para manajer perusahaan untuk menjaga sumber daya yang memiliki sifat berharga, langka, sulit ditiru dan dikelola dengan baik.
Penelitian ini menemukan bahwa pengaruh modal intelektual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja dan risiko perusahaan. Pengaruh moderasi juga memengaruhi kinerja keseluruhan dan risiko pasar perusahaan. Koneksi politik membuat pengambilan keputusan perusahaan menjadi tidak efisien. Penelitian ini memiliki implikasi manajerial, yaitu perusahaan sebaiknya mempertimbangkan peningkatan investasi dalam pengembangan dan pemanfaatan modal intelektual. Modal intelektual sebaiknya diintegrasikan ke dalam strategi perusahaan jangka panjang.
Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan perbedaan industri dalam hubungan modal intelektual dengan kinerja dan risiko perusahaan. Keterbatasan penelitian ini adalah bahwa temuan penelitian ini terbatas pada negara-negara berkembang dan perlunya pengukuran yang lebih komprehensif untuk modal intelektual.
Penulis: Prof. Dr. H. Muslich Anshori, S.E., M.Sc., Ak.
Does intellectual capital have an impact on company risk and performance?: Effect of moderation political connection (https://learning-gate.com/index.php/2576-8484/article/view/2579)





