51动漫

51动漫 Official Website

Apakah Modal Intelektual dan Pengetahuan Tentang Jasa Keuangan Berpengaruh Terhadap Inklusi Keuangan?

Ilustrasi oleh Asuransi MAG

Perkembangan jasa keuangan sunggguh sangat luar biasa, terutama di era modern saat ini. Penting sekali bagi warga negara untuk ikut memiliki pengetahuan tentang berbagai jasa keuangan yang ditawarkan oleh perbankan maupun berbagai pihak lain agar penggunaan berbagai fasilitas jasa keuangan ini dapat dinikmati oleh banyak orang dan semakin meningkatkan perekonomian nasional.

Bagi masyarakat awam, inklusi keuangan mungkin istilah yang tidak banyak orang yang tahu. Secara mudah, inklusi keuangan dapat diartikan sebagai hak setiap orang untuk memiliki akses dan layanan penuh dari lembaga keuangan secara tepat waktu, nyaman, informatif, dan terjangkau biayanya. Jadi dalam kata lain, setiap warga negara, bahkan yang tinggal di pelosok, berhak mendapatkan layanan keuangan yang baik dan mudah. Pergerakan aktivitas inklusi keuangan di seluruh dunia mulai berkembang sejak krisis ekonomi di era tahun 2000an dan terus berkembang sampai saat ini. Tujuan dari gerakan inklusi keuangan ini adalah untuk mengurangi jumlah orang-orang yang tidak tersentuh jasa perbangkan atau disebut sebagai unbanked di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Meskipun banyak penelitian yang menyatakan bahwa inklusi keuangan sangat penting bagi perkembangan perekonomian suatu negara, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan stabilitas ekonomi, namun tetap saja masih banyak pelaku UMKM yang tidak memperoleh akses jasa keuangan. Hal ini dibuktikan dengan data dari Bank Indonesia yang menunjukkan bahwa sebaran kredit ke UMKM masih sangat rendah yakni di bawah 20%. Data dari World Bank di tahun 2017 juga menunjukkan bahwa di Indonesia hanya 36% atau sekitar 90 juta orang saja yang memiliki akun rekening di bank. Tentu saja prosentase ini masih sangat rendah bila dibandingkan dengan negara lain seperti 81% di Malaysia, 79% di China, dan 53% di India. Oleh karena itu perlu diteliti lebih lanjut hal-hal yang bisa berpengaruh terhadap finansial inklusi, sehingga penigkatan finansial inklusi dapat dilakukan di Indonesia. Menarik sekali untuk melihat apakah modal intelektual dan pengetahuan masyarakat tentang jasa keuangan yang ditunjukkan melalui edukasi masyarakat mengenai jasa keuangan dapat meningkatkan inklusi keuangan.

 Kajian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner baik masyarakat di pedesaan maupun di perkotaan dengan kriteria tidak memiliki akun rekening bank, Pendidikan SMA ke bawah,  dengan usia minimal 18 tahun atau sudah menikah. 500 orang berpartisipasi dalam kajian ini, 325 orang wanita dan 175 orang pria dengan berbagai macam pekerjaan mulai dari petani, wiraswasta, pekerja tetap maupun pekerja kontrak, dll.

Hasil kajian ini menunjukkan bahwa modal intelektual akan meningkatkan inklusi keuangan, sedangkan sedangkan edukasi jasa keuangan tidak berpengaruh dalam peningkatan inklusi keuangan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kesuksesan peningkatan iklusi keuangan di Indonesia disebabkan oleh peningkatan modal intelektual masyarakat. Berkembangnya modal intelektual masyarakat akan menyebabkan masyarakat berkinerja yang lebih baik sehingga pendapatanpun meningkat dan pda akhirnya akan menyebabkan mereka percaya diri dan mudah memperoleh akses jasa keuangan / perbankan. Meningkatnya inklusi keuangan akan berdampak pada pengingkatan perekonomian negara, mengurangi kesenjangan sosial, dan meningkatkan kestabilan perekonomian. Dengan demikian secara tidak langsung modal intelektual masyarakat tidak hanya akan meningkatkan kinerja individu, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap jasa keuangan, namun juga ikut serta memberikan dampak pada peningkatan perekonomian negara.

Meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa edukasi jasa keuangan terhadap masyarakat dapat meningkatkan inklusi keuangan, namun dalam kajian ini hal tersebut tidaklah dapat dibuktikan secara signifikan. Orang-orang yang dikategorikan sebagai unbanked tidak percaya diri untuk datang ke institusi perbankan untuk sekedar memperoleh informasi jasa keuangan sehingga inklusi keuangan tidak dapat secara cepat meningkat. Oleh karena itu, perbankan dan pemerintah perlu memberikan informasi dan edukasi mengenai jasa keuangan langsung kepada masyarakat yang dikategorikan sebagai unbanked tersebut. Diharapkan dengan penyuluhan dan edukasi kepada pihak yang tepat, maka peningkatan inklusi dapat terlaksana.

Penulis : Mar檃 Elthaf Ilahiyah, Noorlailie Soewarno, I Made Laut Mertha Jaya

Link Journal :

AKSES CEPAT