51动漫

51动漫 Official Website

Aplikasi Metode Molekuler dalam Identifikasi Jenis Ikan Gabus dari Jawa Timur

Foto by ANTARA News Kaltara

Channa striata memiliki potensi yang besar dalam bidang budidaya karena memiliki manfaat dalam industri pangan dan juga dalam bidang farmasi. Selain kandungan proteinnya yang tinggi, C. striata juga memiliki kandungan albumen yang tinggi. Sayangnya, kegiatan budidaya ikan gabus C. striata di Indonesia belum dilakukan secara serius. Ikan gabus jenis C. striata telah banyak dimanfaatkan karena masyarakat mengetahui potensi farmasinya. Dengan potensi tersebut ikan gabus termasuk dalam kelompok ikan dengan nilai ekonomis tinggi (Gustiano et al. 2019). Akibat tingginya eksploitasi ikan gabus oleh penangkapan di alam, berdampak pada penurunan populasi ikan gabus. Kajian populasi ikan gabus banyak dilakukan dengan melakukan survei masif di perairan umum seperti sungai, rawa , dan danau. Pendekatan berdasarkan karakteristik morfometri dan morfologi masih terus dilakukan, namun pendekatan molekuler juga terus ditingkatkan. Hal ini dilakukan karena jenis ikan gabus yang tersebar di perairan umum di Pulau Jawa memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi. Pada penelitian ini dilakukan studi populasi ikan gabus C. striata yang berasal dari DAS Brantas yang meliputi Lamongan, Gresik dan Surabaya.

Ikan gabus (C. striata) dari famili Channidae yang memiliki berbagai macam habitat mulai dari sungai, rawa, danau, kanal, dan danau, serta dapat ditemukan di persawahan. Channa terdiri dari 34 spesies dan merupakan ikan asli daerah Asia (FROESE 2009). Dari 34 spesies tersebut, di Indonesia terdapat 10 spesies dari genus Channa (Gustiano et al. 2021). Salah satunya spesies C. striata yang tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Sebaran C. striata di berbagai daerah memiliki sebaran yang berbeda antara lain di rawa, sungai, sawah, dan danau. Hal ini menunjukkan bahwa C. striata mampu beradaptasi dan hidup pada kondisi yang berbeda (Makmur 2017). Habitat yang berbeda dapat menunjukkan pengaruh terhadap seleksi alam dan perubahan komposisi genetik adaptif (Fraser et al. 2014). Populasi dalam satu DAS akan lebih mirip daripada populasi dari DAS yang berbeda, populasi yang terkait dengan aliran pendek diharapkan menunjukkan diferensiasi yang lebih sedikit daripada populasi yang dipisahkan oleh panjang atau bagian sungai (Kalinowski et al. 2008). Pada penelitian ini, spesimen dikoleksi di salah satu wilayah DAS Brantas di Jawa Timur. Salah satu daerah gen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cytochrome-c (Cyt-b) yang telah banyak digunakan pada berbagai spesies ikan (Bart谩kov谩 et al. 2018, Chen et al. 2017, Garg and Mishra 2018), dan Cytochrome c oksidase subunit I (COI) sebagai wilayah dalam identifikasi pada tingkat spesies (Zhu et al. 2013).

Gen Cyt-b region merupakan salah satu gen dalam DNA mitokondria yang sering digunakan dalam analisis DNA untuk mengidentifikasi spesies bahan baku produk perikanan dan salah satu penanda molekuler yang digunakan dalam penelitian DNA barcoding (Maulid et al. 2016, Sotelo et al. .2001). Penggunaan gen penyandi Cyt-b telah digunakan untuk mengidentifikasi produk palsu yang menggunakan bahan baku ikan tuna (Wulansari et al. 2015). Gen Cyt-b memiliki implikasi fungsional pada spesies yang memiliki kebutuhan metabolisme unik termasuk kebutuhan akan diet rendah energi, ukuran tubuh yang besar, adaptasi terhadap kebutuhan ekstrem dan adaptasi pada ketinggian (Foote et al. 2011, McClellan et al. 2005 ). Adanya variasi sekuens pada Cyt-b menyebabkan gen ini banyak digunakan untuk membandingkan spesies dalam genus atau famili yang sama, yang berdasarkan sekuen basis gen dari Cyt-b, daerah tersebut dapat memberikan informasi filogenetik pada tingkat intraspesies hingga tingkat antar marga (Faizah 2008). Pada penelitian ini ikan gabus dari 4 region diuji kekerabatannya berdasarkan urutan DNA Cyt-b serta konfirmasi spesies berdasarkan DNA barcoding pada region gen COI.

Hasil analisis urutan gen Cyt-b ikan gabus (C. striata) dari keempat wilayah geografis memiliki populasi genetik yang sama karena sampel diambil dari DAS yang sama. Nilai jarak genetik antar spesies dari keempat wilayah tersebut memiliki nilai jarak genetik sebesar 0,000. Jarak genetik cukup jauh antara C. striata asal Indonesia dengan C. striata asal China dan Vietnam sebesar 0,01924 dan 0,01220, serta jarak genetik terjauh dari India sebesar 0,06400 dan Laos sebesar 00,07696. Diperlukan penelitian dan pengambilan sampel lebih lanjut dari lokasi geografis dan geografis yang berbeda untuk melengkapi informasi genetik (gen Cyt-b) untuk spesies C. striata di Indonesia dan sekaligus menentukan jumlah kemungkinan haplotipe.

Penulis: Dr. Eng. Sapto Andriyono

Tulisan lengkap pada link:

Sitasi: Andriyono, S., Fuadi, M. C., & Lastuti, N. D. R. (2022). Application of the Cytochrome-b gene region in Population Study of Striped Snakehead (Channa striata) by Molecular Approach. Jurnal Ruaya: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan10(2).

AKSES CEPAT