51动漫

51动漫 Official Website

Aquaponik Sederhana, Upaya Mahasiswa BBK 7 UNAIR Dukung Pangan Desa

Sosialisasi Aquaponik Sederhana oleh tim BBK Unair Tempursari
Sosialisasi Aquaponik Sederhana oleh tim BBK Unair Tempursari

UNAIRNEWS – Mahasiswa BBK 7 51动漫 melaksanakan kegiatan sosialisasi aquaponik sederhana di Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, pada Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai alternatif pemanfaatan lahan terbatas untuk mendukung kebutuhan pangan rumah tangga.

Aquaponik diperkenalkan sebagai sistem budidaya yang menggabungkan penanaman sayuran dan pemeliharaan ikan dalam satu rangkaian sederhana. Melalui metode ini, masyarakat dapat memperoleh hasil pangan ganda dengan penggunaan air yang lebih efisien serta tanpa ketergantungan pada peralatan listrik.

Perwakilan kelompok mahasiswa BBK 7 51动漫, Arif Bagus Nugroho, menjelaskan bahwa konsep aquaponik yang dikenalkan memang disesuaikan dengan kondisi masyarakat. 淜ami ingin memperkenalkan aquaponik yang praktis dan mudah diterapkan, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan, ujarnya.

Solusi Aquaponik untuk Lahan Terbatas

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menampilkan contoh aquaponik tanpa pompa air dengan memanfaatkan galon bekas sebagai wadah ikan lele dan gelas plastik bekas sebagai media tanam kangkung. Air dari wadah ikan digunakan secara manual untuk menyiram tanaman, sehingga sisa metabolisme ikan dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi alami tanaman.

Konsep ini dinilai lebih hemat energi dan ramah lingkungan karena tidak memerlukan listrik serta memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar rumah. Selain itu, sistem aquaponik sederhana ini juga dapat menjadi alternatif pemanfaatan pekarangan rumah agar lebih produktif.

Respon Warga dan Dampak Kegiatan

Kegiatan sosialisasi aquaponik ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Tempursari. Peserta tampak antusias menyimak penjelasan serta proses pembuatan aquaponik yang diperagakan. Beberapa warga mengaku baru mengetahui bahwa aquaponik dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan biaya terjangkau.

Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan mandiri dan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong pemanfaatan ulang barang bekas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 51动漫 berharap aquaponik sederhana dapat menjadi salah satu solusi berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat Desa Tempursari.

Penulis : Katarina Clarissa

AKSES CEPAT