UNAIR NEWS – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda Dusun Sebayi dan Dusun Ketupu menimbulkan dampak besar bagi para peternak. Banyak sapi dilaporkan sakit bahkan mati, sehingga memicu keresahan dan kerugian ekonomi bagi masyarakat. Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi tersebut, tim BBK 7 UNAIR Sebayi menggagas program pembuatan dan penyuluhan disinfektan herbal berbahan daun sirih sebagai upaya mendukung sanitasi kandang ternak.
Kegiatan diawali dengan survey lapangan yang dilakukan pada 11 Januari 2026 ke sejumlah peternak sapi di Dusun Sebayi dan Dusun Ketupu yang terdampak PMK. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar peternak belum mengetahui pentingnya penggunaan disinfektan untuk sanitasi kandang ternak, terutama saat terjadi wabah. Selama ini, peternak hanya membersihkan kandang dari kotoran tanpa menggunakan cairan antibakteri tambahan.
“kandangnya cuma dibersihkan kotorannya saja, belum pernah pakai disinfektan, apalagi yang dari bahan alami seperti daun sirih,belum pernah ungkap salah satu peternak di Dusun Ketupu.
Berdasarkan temuan tersebut, tim BBK 7 UNAIR Sebayi kemudian membuat disinfektan herbal berbahan dasar daun sirih dan jeruk nipis yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Proses pembuatannya dimulai dengan memotong daun sirih menjadi ukuran kecil, kemudian direbus dan disaring hingga diperoleh larutan ekstrak. Setelah itu, larutan ditambahkan perasan jeruk nipis dan disimpan dalam botol semprot. Setiap botol dilengkapi stiker berisi cara penggunaan agar mudah dipahami oleh peternak.
Selanjutnya, pada 20 Januari dan 22 Januari 2026, tim melaksanakan penyuluhan sanitasi kandang ternak secara door to door kepada peternak sapi yang masih aktif memelihara ternak di Dusun Sebayi dan Dusun Ketupu. Penyuluhan dilakukan bersamaan dengan pembagian disinfektan herbal dan flyer edukatif mengenai cara pembuatan disinfektan daun sirih.
Materi yang disampaikan dalam penyuluhan meliputi pengertian disinfektan, pentingnya disinfektan dalam menjaga kebersihan kandang ternak, bahan dan alat yang digunakan, langkah-langkah pembuatan, kandungan aktif dalam daun sirih dan jeruk nipis, cara penggunaan dan penyimpanan, serta keterbatasan disinfektan herbal yang tidak dapat menggantikan disinfektan khusus terhadap virus PMK.
Melalui kegiatan ini, peternak yang sebelumnya belum memahami pentingnya disinfektan kini menjadi lebih sadar dan tertarik untuk mencoba membuat serta menggunakan disinfektan herbal secara mandiri. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif sederhana dalam menjaga kebersihan kandang serta mendukung kesehatan ternak secara berkelanjutan.
Program ini mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pencegahan penyakit, SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dengan peningkatan kebersihan kandang, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan melindungi mata pencaharian peternak, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi sederhana berbasis bahan lokal, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan bahan alami ramah lingkungan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi mahasiswa dan masyarakat.
Penulis : Azizah A





