51动漫

51动漫 Official Website

AS Serang Iran, Dosen UNAIR Beberkan Dampaknya terhadap Stabilitas Politik Global

Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: ANTARA News Megapolitan)
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: ANTARA News Megapolitan)

UNAIR NEWS Serangan terbatas yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap instalasi nuklir Iran memicu kekhawatiran dunia terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Terjadinya serangan di tengah ketegangan antara Iran dan Israel yang telah berlangsung lama. Meski bersifat terbatas, keterlibatan AS dinilai strategis dan berdampak luas, terutama pada sektor energi dan stabilitas politik global.

Dosen (UNAIR), Agastya Wardhana, SHub Int MHubInt, menjelaskan bahwa keterlibatan AS tidak lepas dari hubungan eratnya dengan Israel serta ambisi mantan Presiden AS Donald Trump dalam menghentikan program nuklir Iran.

淎merika Serikat jelas sekutunya Israel. Pemerintah Benjamin Netanyahu itu Perdana Menteri Israel sudah berulang kali minta Amerika untuk bergabung dalam perang. Tetapi Amerika Serikat sendiri, terutama di bawah Presiden Donald Trump, itu juga ingin Iran untuk tidak mengembangkan nuklir lagi, ujar dosen FISIP UNAIR yang akrab disapa Agas itu.

Menurut Agas, Trump memanfaatkan momentum konflik Iran-Israel sebagai jalan untuk menekan Iran. Ia menilai, Trump tidak ingin AS terlibat dalam perang besar, melainkan mengambil langkah militer terbatas yang berdampak maksimal. 淒onald Trump itu selalu ingin agar Iran tidak memiliki nuklir. Kesempatan perang Israel dan Iran ini digunakan oleh Donald Trump, Amerika Serikat, untuk mengakhiri itu, jelas Agas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa serangan AS ini ditujukan hanya pada target spesifik. 淒onald Trump masuk untuk menghancurkan tempat itu, pulang. Maksudnya dia tidak berperang, tidak mengirim tentara ke sana. Dia hanya menghancurkan itu, keluar pulang, tambahnya.

Salah satu aspek yang paling dikhawatirkan dari konflik ini adalah kemungkinan Iran menutup jalur vital perdagangan energi dunia, yaitu Selat Hormuz. 淢akanya satu-satunya cara Iran untuk melawan adalah menutup. Kemarin yang ramai itu menutup selat, Selat Hormuz namanya. Itu yang bisa dilakukan oleh Iran, ujar Agas.

Agastya Wardhana, Dosen Hubungan Internasional FISIP UNAIR (Foto: Humas FISIP)
Agastya Wardhana, Dosen Hubungan Internasional FISIP UNAIR (Foto: Humas FISIP)

Menurutnya, sekitar 5070 persen distribusi minyak global melewati jalur tersebut. Jika akses itu dibatasi, maka dampaknya akan signifikan terhadap pasokan energi dunia. 淜alau minyaknya terhambat, harganya akan naik. Kalau harga minyak naik, ekonomi akan mengalami kontraksi lagi, jelasnya.

Ia menambahkan bahwa gejolak harga minyak dan emas belakangan ini terjadi akibat ketidakpastian global. 淪ekarang kondisi tidak tentu. Apakah nanti akan terjadi, bagaimana Iran merespon, bagaimana Israel merespons, itu yang lebih penting. Itu berkontribusi terhadap harga minyak dan emas, imbuhnya.

Agas menjelaskan bahwa negara-negara berkembang seperti Indonesia tidak memiliki kapasitas untuk terlibat langsung dalam konflik besar ini. Namun, mereka masih memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas. 淜alau dalam konteks keterlibatan langsung, itu tidak bisa. Tapi secara tidak langsung mungkin melalui forum-forum seperti Organisasi Konferensi Islam. Lalu melalui bahkan PBB, terangnya.

Ia menilai bahwa upaya negara berkembang bisa dilakukan melalui diplomasi multilateral untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. 淵ang bisa dilakukan adalah mereka bisa memberikan alternatif, solusi kepada Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Jika tidak bisa menyelesaikan, paling tidak tidak memperburuk politiknya, tegasnya.

Selain itu, Agas menyoroti superioritas militer AS yang masih belum tertandingi. 淒i seluruh dunia ini yang punya kapabilitas untuk melakukan serangan itu Amerika Serikat. Enggak ada negara lain. Rusia, Cina itu tidak punya kapabilitas sebesar Amerika Serikat, pungkasnya.

Penulis: Ameyliarti Bunga Lestari

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT