51动漫

51动漫 Official Website

Smart Outfit antar Mahasiswa UNAIR Raih Best Design

(dari kiri ke kanan) Tim OK yang beranggotakan Lintang Ayu, Desty Ika, dan Fatimah Azzahra berhasil meraih penghargaan Best Design dalam ajang perlombaan business plan Komika pada Minggu (15/06/2025) di UNS. (Foto : Istimewa)
(dari kiri ke kanan) Tim OK yang beranggotakan Lintang Ayu, Desty Ika, dan Fatimah Azzahra berhasil meraih penghargaan Best Design dalam ajang perlombaan business plan Komika pada Minggu (15/06/2025) di UNS. (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS Mahasiswa UNAIR kembali mengukir prestasi gemilang dalam ajang perlombaan business plan tingkat nasional. Kali ini, prestasi tersebut berasal dari mahasiswa 51动漫

Tim OK yang beranggotakan tiga orang mahasiswa , yaitu Desty Ika Anggraini, Lintang Ayu Rengganis Permata A, dan Fatimah Azzahra Sakinah Assagung berhasil meraih penghargaan Best Design dalam ajang perlombaan business plan KOMIKA. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan mengusung tema Fostering Innovation, Driving Growth, and Building the Future of Business Through Creative and Strategic Planning. Babak final dari lomba tersebut diadakan pada Minggu (15/06/2025) secara offline di UNS. 

Penghargaan itu mereka raih berkat keunggulan tampilan desain. Fatimah selaku perwakilan tim mengatakan, penilaian tidak hanya berdasarkan Business Model Canvas (BMC) dan proposal, tetapi juga pada desain produk yang jelas dan rinci.

Inovasi tim menonjolkan fitur-fitur dalam aplikasi serta desain pakaian yang saling terintegrasi, sehingga juri dan audiens dapat memahami produk secara konkret. 淜ejelasan visual dan penyampaian konsep yang tepat menjadi nilai tambah yang membedakan tim ini dari peserta lainnya, ungkapnya.

TIM OK mengusung ide bernama Smart Outfit yang merupakan sistem pakaian pintar berbasis IoT. Sistem tersebut terintegrasi dengan sensor dan otomatis akan terintegrasi dengan aplikasi. Sehingga sistem dapat memberikan informasi mengenai kondisi tubuh secara realtime kepada pengguna, termasuk fitur kesehatan.

淢asalah yang melatarbelakangi kelompok kami dalam memilih tema ini adalah masih tingginya sedentary lifestyle di kalangan masyarakat Indonesia. Sekitar 26,27 persen penduduk mengalami keluhan kesehatan. Bahkan, masyarakat Indonesia rata-rata menghabiskan waktu duduk hingga 8,3 jam per hari, jelas Fatimah.

Temuan masalah tersebut diperkuat oleh data bahwa sekitar 74 persen masyarakat bertekad menjalani hidup lebih sehat di tahun 2025. Selain itu, 51 persen pengguna wearable memanfaatkannya untuk memantau kondisi tubuh secara mandiri. Berdasarkan temuan tersebut, tim memperkenalkan inovasi Smart Outfit. Yakni, pakaian pintar yang lengkap dengan campuran Phase Change Material (PCM) dan mampu menyesuaikan suhu tubuh secara otomatis.

Smart Outfit memungkinkan pengguna memantau kondisi tubuh secara real-time dan menerima pengingat otomatis untuk stretching, hidrasi, atau istirahat saat tubuh terdeteksi lelah. Fitur lainnya mencakup edukasi gaya hidup sehat, rekap kesehatan bulanan, dan kalkulator kalori bagi pengguna berlangganan. 淪mart Outfit hadir sebagai solusi inovatif untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.

Fatimah mengungkapkan bahwa tim mempersiapkan lomba secara mandiri dengan banyak membaca referensi lomba sebelumnya dan menyebar kuesioner survei produk. Ia juga menyampaikan bahwa pihak prodi dan fakultas turut berkontribusi dalam menghadirkan pembinaan-pembinaan lomba seperti Kejar BP, yang merupakan program kerja organisasi Association of Sharia Economics Studies (ACSES) dan Al-Fatih yang merupakan program kerja HIMA EKIS. 

淧aling penting menurut kami adalah riset terhadap ide produk. Apakah ide tersebut rasional untuk diwujudkan atau tidak. Soalnya, kadang kita suka kepikiran ide yang terlalu muluk-muluk atau kurang realistis. Jadi selain harus inovatif, kita juga harus realistis dalam memikirkan ide, ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa mengikuti kelas online business plan sangat bermanfaat, terutama dalam memahami dan menyusun Business Model Canvas (BMC) secara menarik dan efektif. Dalam mendesain BMC, mereka menekankan bahwa desain sebaiknya sederhana namun harus tetap eye-catching dengan cara menggunakan font yang mudah terbaca, dan memberikan penjelasan rinci dan ringkas. Terakhir, penting untuk menyertakan data dan fakta yang akurat guna mendukung BMC, sehingga ide yang mereka ajukan lebih meyakinkan dan meningkatkan kepercayaan juri.

Penulis : Dalliyah Iftitah Arbi

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT