Pematangan in Vitro (IVM) adalah tahap pertama dan terpenting selama produksi embrio in vitro (IVEP). Selama IVM, oosit dimatangkan dalam media sintesis di bawah pengaturan laboratorium yang terkontrol. Hasil maturasi tersebut masih rendah kualitas oositnya jika dibandingkan dengan maturasi in vivo. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kondisi antara maturasi in vitro dan maturasi in vivo. Salah satu perbedaan besar antara kondisi in vivo dan in vitro dalam pematangan oosit adalah tekanan oksigen. Selama pematangan in vitro, oosit dipertahankan dengan konsentrasi oksigen (O2) yang lebih tinggi dibandingkan dengan pematangan in vivo (2-9%). Konsentrasi oksigen yang relatif tinggi pada media pematangan oosit secara in vitro dapat mengganggu keseimbangan antara Reactive Oxygen Species (ROS) dan antioksidan, kejadian tersebut menimbulkan kondisi stres yang disebut dengan stres oksidatif. Stres oksidatif yang disebabkan oleh akumulasi ROS intraseluler yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan sel seperti kerusakan DNA dan penurunan kualitas oosit.
Salah satu indikator sensitif yang paling terkenal dan terbukti terhadap kerusakan stres oksidatif pada oosit berkualitas rendah adalah kerusakan DNA. Biomarker oksidasi asam nukleat biasanya digunakan untuk menilai kerusakan ini. 8-OHdG adalah biomarker oksidasi asam nukleat yang paling terkenal dan banyak digunakan dan produksi 8-OHdG oleh radikal bebas pertama kali dilaporkan pada tahun 1984. 8-OHdG berkorelasi negatif dengan jumlah dan tingkat kematangan oosit, laju pembuahan, jumlah embrio, dan kualitas embrio yang baik. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa kadar 8-OHdG dalam sel granulosa berbanding terbalik dengan kualitas oosit.
Antioksidan dengan fungsi biologis didefinisikan sebagai zat yang mengurangi atau mencegah oksidasi dan menghasilkan zat pereduksi yang lebih kuat. ROS dapat diinaktivasi atau dinetralisir oleh sistem pertahanan yang terdiri dari antioksidan enzimatik dan non-enzimatik. Antioksidan enzimatik dikenal sebagai antioksidan alami yang mampu menetralkan kadar ROS yang berlebihan dan mencegah kerusakan struktur sel. Antioksidan enzimatik termasuk superoksida dismutase (SOD), katalase, glutathione peroksidase (GPx), dan glutathione reduktase.
Suplementasi antioksidan media IVM oosit adalah salah satu metode yang paling efektif untuk mencegah akumulasi ROS. Hal ini bertujuan untuk melindungi oosit dari efek merugikan dari stres oksidatif melalui pertahanan tingkat fisiologis ROS. Suplementasi antioksidan ke dalam media IVM telah ditunjukkan dalam beberapa penelitian untuk meningkatkan kualitas oosit dan mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh paparan ROS yang berlebihan. Salah satu bahan yang dapat ditambahkan pada media maturasi sebagai suplementasi antioksidan eksogen adalah ALA. ALA merupakan antioksidan yang tidak hanya memiliki afinitas terhadap radikal bebas peroksil tetapi juga memiliki kemampuan meregenerasi antioksidan lain seperti glutathione (GSH), vitamin C, dan tokoferol. Kemudian berpartisipasi dalam metabolisme energi dan transduksi sinyal sel. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan ALA pada media maturasi dapat meningkatkan ekspresi SOD pada oosit dan blastokista partenogensis. Pada artikel ini, suplementasi ALA pada media maturasi oosit kambing in vitro sebagai antioksidan eksogen dipelajari lebih lanjut untuk mengetahui perbaikan sistem maturasi oosit in vitro melalui peningkatan kadar SOD dan penurunan kadar 8-OHdG.
Penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh suplementasi Alpha Lipoic Acid (ALA) pada media maturasi oosit kambing in vitro terhadap kadar Superoxide Dismutase (SOD) dan kadar 8-Hydroxy-2′-Deoxyguanosine (8-OHdG) dengan tujuan untuk mengetahui status status redoks intraseluler seimbang dan kualitas oosit yang baik. Penelitian eksperimental laboratorium ini terdiri dari tiga kelompok perlakuan: tanpa ALA (P0), suplementasi ALA 25 mol/L (P1), dan suplementasi ALA 50 mol/L (P2). Kadar SOD dan 8-OHdG diukur menggunakan metode ELISA. Kadar SOD pada kelompok P0 sebesar 1,41卤0,40 pg/mL, kelompok P1 sebesar 2,04卤0,50 pg/mL, dan kelompok P2 sebesar 3,65卤1,20 pg/mL. Data kadar 8-OHdG pada kelompok P0 sebesar 51,17卤27,58 pg/mL, kelompok P1 sebesar 11,21卤5,98 pg/mL, dan kelompok P2 sebesar 12,66卤6,01 pg/mL. Kelompok P1 tidak dapat meningkatkan kadar SOD kelompok P0 secara signifikan (p>0,05), sedangkan kelompok P2 dapat meningkatkan kadar SOD kelompok P0 secara signifikan (p<0,05). Data kadar 8-OHdG pada kelompok P1 dan P2 mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan kelompok P0 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi ALA dosis 50 碌mol/L pada media maturasi oosit kambing in vitro dapat meningkatkan kadar SOD dan menurunkan kadar 8-OHdG.
Penulis: Widjiati
Terbit di Jurnal: World Journal of Advanced Research and Reviews (WJARR)
Link artikel:





